Gauff Tersingkir di China Open, Kalah dari Mertens Setelah Melewati Hari-Hari Melelahkan

Kamis, 08 Okt 2026, 00:20 WIB

BEIJING, TIONGKOK — Coco Gauff harus mengakhiri langkahnya di China Open 2026 setelah tersingkir pada babak 16 besar. Unggulan ketiga asal Amerika Serikat itu takluk 3-6, 3-6 dari petenis Belgia, Elise Mertens, dalam pertandingan yang berlangsung selama 78 menit, Rabu (7/10).

Kekalahan tersebut terjadi setelah Gauff melewati beberapa hari yang menguras energi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Ket. Foto: Coco Gauff. — Sumber: WTA

Gauff sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya menerima serangan bernada rasis dalam jumlah besar di media sosial setelah pertandingan melawan petenis tuan rumah, Sun Xinran, pada Senin. Sebuah keputusan untuk mengulang satu poin dalam pertandingan tersebut memicu reaksi keras di dunia maya.

Ketika ditanya mengenai kondisi yang dialaminya selama 36 jam terakhir, Gauff mengakui situasi tersebut cukup menguras mental dan energinya.

“Ini cukup melelahkan, saya tidak akan berbohong,” kata Gauff dalam konferensi pers.

“Saya hanya mematikan ponsel dan melanjutkan hidup. Tidak ada yang bisa Anda lakukan.”

Kekalahan dari Mertens sekaligus menutup rangkaian hari yang sulit bagi juara dua Grand Slam tersebut. Apalagi, Gauff sebelumnya selalu menang dalam lima pertemuan melawan petenis Belgia berusia 30 tahun itu.

Bagi Mertens, kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting. Petenis unggulan ke-13 itu untuk pertama kalinya berhasil menembus perempat final China Open dalam penampilan ketujuhnya di turnamen WTA 1000 tersebut.

Mertens selanjutnya akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat, yakni juara enam gelar Grand Slam, Iga Swiatek.

Mertens mendedikasikan kemenangan atas Gauff untuk pelatih sekaligus kekasihnya, Christopher Heyman, yang akan berulang tahun sehari setelah pertandingan.

“Pelatih sekaligus pacar saya, Christopher Heyman, besok berulang tahun,” kata Mertens dalam wawancara di lapangan. “Jadi, bagi saya, kemenangan ini saya dedikasikan untuknya.”

Gauff tidak mampu menemukan ritme terbaiknya sepanjang pertandingan. Juara China Open 2024 itu melakukan 34 kesalahan sendiri, termasuk delapan double fault.

Kesalahan demi kesalahan membuat permainan Gauff semakin sulit berkembang. Mertens mampu memanfaatkan kondisi tersebut, terutama pada poin-poin penting.

Pada set kedua, ketika tertinggal 1-4, Gauff bahkan menyampaikan kepada timnya di tepi lapangan bahwa dirinya sudah tidak memiliki energi dan merasa seperti akan pingsan.

“Saya rasa saya memang tidak bermain dengan baik,” kata Gauff setelah pertandingan.

“Saya merasa tidak bergerak dengan baik. Ada banyak hal yang tidak saya lakukan dengan baik.”

Gauff juga memberikan kredit kepada Mertens yang mampu tampil tenang dalam situasi-situasi krusial.

“Saya pikir Elise bermain dengan baik pada poin-poin besar. Dia membuat saya harus memainkan bola-bola besar,” ujar Gauff.

Kekalahan tersebut membuat perjalanan Gauff di Beijing berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Sementara itu, Mertens melanjutkan perjalanannya dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Swiatek di perempat final.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.