Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
📅 Senin, 05 Okt 2026, 17:40 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat di Indonesia saat ini terdapat sekitar 256 unit usaha industri mainan. Data tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2024 dan Sistem Informasi Industri Nasional 2025.
Dari ratusan unit usaha tersebut menyerap 15.663 tenaga kerja. Kemenperin menyatakan, Industri mainan menjadi bagian dari sektor industri aneka dengan pelaku usaha dari skala kecil hingga besar.
“Industri mainan memiliki fondasi produksi yang dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Secara nasional, industri mainan telah menjadi bagian dari ekosistem industri yang melibatkan pelaku usaha dari skala kecil hingga besar,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10).
Menurut dia, Jawa Tengah memiliki empat sentra Industri Kecil dan Menengah (IKN) mainan, sedangkan Jawa Timur memiliki satu sentra. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sentra terbanyak dengan lima sentra IKM mainan.
Reni menyebut industri mainan memiliki potensi sebagai sektor padat karya dan menghasilkan produk bernilai tambah. Untuk itu, Kemenperin memperkuat daya saing industri mainan melalui peningkatan kualitas, standardisasi, kapasitas industri, dan akses pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tantangan utama industri nasional saat ini bukan sekadar kemampuan memproduksi. Melainkan bagaimana kita memastikan produk-produk buatan dalam negeri diserap dan digunakan oleh masyarakat,” ujar Reni.
Reni mendorong penguatan pasar domestik melalui penerapan standar dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Ia juga mendorong penguatan daya saing.
“Kita perlu memperkuat pasar domestik melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing. Agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati di pasar nasional dan mampu memperluas penetrasi di pasar internasional,” ucap Reni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi perdagangan, industri mainan Indonesia mencatat surplus net ekspor selama lima tahun terakhir. Pada 2025, nilai ekspor industri mainan mencapai USD664,6 juta (Rp11,91 triliun) atau meningkat 8,2 persen dibandingkan 2024.
Pada Januari-Juni 2026, nilai ekspor industri mainan kembali meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025. Nilainya naik dari USD297,7 juta (Rp5,34 triliun) pada Januari-Juni 2025 menjadi USD351,8 juta (Rp6,31 triliun) pada Januari-Juni 2026.
“Pasar ekspor Indonesia saat ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Australia, dan Republik Ceko. Dan capaian tersebut masih membuka ruang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penetrasi dan kontribusi di pasar global,” ujar Reni.
Salah satu peluang yang perlu dioptimalkan adalah segmen pasar produk pendidikan. Peluang lainnya terdapat pada produk pembelajaran interaktif.
“Hal ini memberikan peluang bagi industri mainan untuk mengembangkan produk. Seperti mainan edukatif, permainan konstruksi, puzzle, dan board game,” ucap Reni.
Kemenperin juga memperkuat penerapan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada industri mainan. Hingga 2026, sebanyak 65 pelaku industri mainan telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!