Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan 52 Tahun di Asian Games

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Tiongkok Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan 52 Tahun di Asian Games Doc: Asian Games 2026
Ket. Atlet loncat Indah Tiongkok beraksi di Asian Games 2026.

NAGOYA, JEPANG — Dominasi Tiongkok di cabang loncat indah Asian Games kembali berlanjut. Para atlet Tiongkok memperpanjang rekor luar biasa yang telah bertahan selama 52 tahun, sementara panitia penyelenggara Asian Games Nagoya juga menyampaikan permintaan maaf atas berbagai persoalan yang mengganggu pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Tiongkok kembali menunjukkan kekuatannya di kolam loncat indah. Tambahan dua medali emas membuat koleksi emas negara tersebut mencapai 150 keping, dengan empat hari pertandingan masih tersisa.

Tuan rumah Jepang berada di posisi kedua dengan 50 emas, disusul Korea Selatan dengan 24 emas.

Chen Yiwen dan Lian Junjie masing-masing meraih emas pada dua nomor terakhir loncat indah. Hasil tersebut membuat Tiongkok kembali menyapu bersih seluruh medali emas yang tersedia di cabang tersebut.

Dominasi Tiongkok di loncat indah Asian Games kini berlangsung selama 14 edisi berturut-turut. Sejak pertama kali mengikuti Asian Games 52 tahun lalu, Tiongkok tidak pernah kehilangan satu pun medali emas dari cabang tersebut.

"Perempuan sama mampunya dengan laki-laki. Kami juga terus mendorong diri sendiri untuk melakukan lompatan yang lebih sulit," kata Chen, peraih dua medali emas Olimpiade Paris.

"Kami tidak berlatih lebih sedikit dibandingkan para atlet putra," tambahnya.

Di cabang tinju, petinju Taiwan Lin Yu-ting memastikan setidaknya medali perak setelah melaju ke final kelas 60 kilogram putri.

Juara Olimpiade tersebut mengalahkan petinju Uzbekistan, Sitora Turdibekova, dengan skor mutlak 5-0.

Kemenangan itu membuat Lin tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih medali emas Asian Games keduanya.

Petinju berusia 30 tahun tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang menangani luka di hidungnya setelah mengalami cedera pada babak perempat final.

Sementara itu, Korea Selatan memastikan tiket ke final sepak bola putra setelah mengalahkan Tiongkok 2-1 melalui gol kemenangan pada menit ke-82.

Korea Selatan akan menghadapi tuan rumah Jepang dalam perebutan medali emas.

Jepang lolos ke final setelah melewati Uzbekistan melalui drama adu penalti 9-8. Pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.