Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terbongkar, Struktur Transaksi Berjalan yang Rapuh Penyebab Rupiah Terpuruk

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Hal yang perlu dihindari adalah kita menutup persoalan struktural transaksi berjalan dengan kebergantungan yang semakin besar pada capital inflow jangka pendek. Itu bisa membuat rupiah terlihat stabil ketika modal masuk, tetapi kerentanannya tetap ada ketika terjadi pembalikan arus modal,” katanya.

Achmad juga meminta Pemerintah mengevaluasi kualitas pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan yang mendorong kebutuhan devisa jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan ekonomi menghasilkan devisa akan membuat tekanan terhadap transaksi berjalan berulang ketika aktivitas ekonomi meningkat.

“Jadi jangan hanya melihat current account sebagai persoalan neraca pembayaran. Ini juga cermin dari struktur pertumbuhan ekonomi kita. Kalau setiap kali ekonomi tumbuh kebutuhan devisanya meningkat lebih cepat daripada kemampuan menghasilkan devisa, persoalannya ada pada struktur ekonominya,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G Hutapea mengatakan bank sentral dan Pemerintah berkomitmen memperbaiki struktur transaksi berjalan yang defisit guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

“Sinergi dilakukan tidak hanya di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), tapi juga dengan kementerian dan lembaga, khususnya terkait dengan stabilitas nilai tukar, agar struktur dari BOP (neraca pembayaran) kita atau struktur dari current account kita itu bisa lebih baik,” kata Erwin.

Perbaikan struktur transaksi berjalan diharapkan dapat berjalan melalui peningkatan ekspor dan pengelolaan impor, termasuk pembayaran yang berkaitan dengan kebutuhan impor. “Artinya ekspor bisa lebih banyak dan tentunya impornya lebih terkelola, khususnya nanti pembayaran-pembayaran terkait dengan kebutuhan untuk kewajiban pembayaran impor,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.