Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus ISPA di Kalsel Naik Tembus 7.000 Kasus per Minggu Akibat Karhutla

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 01:40 WIB | Oleh:
Kasus ISPA di Kalsel Naik Tembus 7.000 Kasus per Minggu Akibat Karhutla Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Kepala Dinkes Kalsel Diauddin (kiri) dan Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr. Danny Indrawardhana (kanan) memberikan keterangan usai mendampingi kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka di RSD Idaman Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9).

BANAJRBARU - Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan memastikan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) masih mampu memberikan pelayanan kesehatan secara optimal meski kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melonjak hingga melebihi 7.000 kasus per minggu akibat kabut asap karhutla, Jumat (11/9).

“Peningkatan kasus Ispa terjadi setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik pada pasien yang mendapatkan layanan rawat jalan maupun masyarakat yang harus menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Kepala Dinkes Kalsel Diauddin usai mendampingi kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka di RSD Idaman Banjarbaru, Kamis.

Dia menjelaskan rata-rata kasus Ispa sebelum karhutla berada pada kisaran 5.000 kasus per minggu, kemudian meningkat menjadi lebih dari 7.000 kasus dalam empat minggu terakhir setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla di sejumlah wilayah.

“Memang ada lonjakan, karena kalau kita bandingkan dari minggu sebelum adanya karhutla dengan minggu sesudah adanya karhutla, ada kenaikan kasus Ispa secara keseluruhan,” ujarnya.

Namun, dia memastikan peningkatan tersebut belum menyebabkan sejumlah rumah sakit mengalami kewalahan karena kapasitas pelayanan kesehatan masih mampu mengimbangi kebutuhan pasien, termasuk ketersediaan oksigen, obat-obatan, dan tempat tidur untuk penanganan kasus ISPA.

Diauddin membandingkan kondisi tersebut dengan situasi saat pandemi COVID-19 ketika fasilitas pelayanan kesehatan sempat menghadapi tekanan besar akibat tingginya kebutuhan perawatan pasien, sedangkan penanganan Ispa akibat karhutla saat ini masih dapat dikendalikan.

“Kalau COVID dulu kita melihat sampai rumah sakit kewalahan, fasilitas pelayanan kesehatan kewalahan. Kalau saat ini pasokan oksigen, obat-obatan maupun tempat tidur kita masih bisa menanggulanginya,” tuturnya.

Diauddin mengatakan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak kualitas udara buruk akibat kabut asap, dengan pasien yang menjalani perawatan paling banyak berada pada kelompok usia satu hingga empat tahun sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan.

Sementara itu, Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr. Danny Indrawardhana mengatakan pihaknya juga masih mampu mengendalikan pasien Ispa meskipun jumlah kasus yang ditangani meningkat sejak minggu ke-29 hingga minggu ke-34.

Danny mengatakan tim dokter RSD Idaman bekerja maksimal dalam menangani pasien dan sejauh ini tidak menemukan pemberatan kondisi yang signifikan, sementara kebutuhan terapi berupa cairan, obat-obatan melalui infus, serta oksigen masih dapat diberikan sesuai kebutuhan pasien.

“Alhamdulillah kita bisa kendalikan, tim dokter kami bekerja dengan maksimal. Kemudian pasien tidak ada pemberatan yang signifikan sebenarnya, jadi masih bisa kita kontrol,” katanya.

Danny mengatakan, RSD Idaman Banjarbaru hari ini menangani lima pasien Ispa yang menjalani rawat inap, dengan empat pasien di antaranya dikunjungi Wapres Gibran Rakabuming Raka saat meninjau penanganan dampak karhutla di Banjarbaru, Kamis (10/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.