PART Catat Pertumbuhan Penjualan 38,23% pada 2025, Perkuat Diversifikasi Manufaktur dan Siapkan Right Issue serta Buyback Saham.
📅 Selasa, 29 Sep 2026, 08:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPengembangan lini bisnis non-otomotif menjadi salah satu bagian dari strategi jangka menengah Perseroan untuk memperluas basis pendapatan dan mengoptimalkan kapabilitas manufaktur yang telah dimiliki.
Melalui kemampuan engineering dan manufaktur yang terus dikembangkan, PART menjajaki berbagai aplikasi mesin dan peralatan untuk kebutuhan pertanian, pengolahan pangan, pengolahan limbah, hingga peralatan industri lainnya.
Kapabilitas dalam fabrikasi, stamping, welding, perakitan, dan integrasi peralatan menjadi fondasi bagi Perseroan dalam mengembangkan produk maupun menyediakan solusi engineering berbasis proyek. Dengan pendekatan tersebut, PART tidak hanya berfokus pada produksi komponen, tetapi juga secara bertahap membangun kemampuan sebagai manufacturing and engineering solution provider untuk berbagai kebutuhan industri.
Persiapan Right Issue untuk Mendukung Pertumbuhan Usaha
Dalam rangka mendukung kebutuhan pengembangan usaha, PART merencanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp200 miliar.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, direncanakan untuk digunakan terutama dalam rangka memperkuat modal kerja, termasuk kebutuhan pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, serta kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
Pelaksanaan Right Issue direncanakan dengan memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan Perseroan serta akan tunduk pada persetujuan pemegang saham, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan menargetkan pelaksanaan aksi korporasi tersebut pada kuartal I 2027, dengan tetap memperhatikan kesiapan Perseroan dan kondisi pasar.
Rencana Buyback Saham
Selain rencana Right Issue, Perseroan juga merencanakan pembelian kembali saham Perseroan (buyback) sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal sebesar Rp10 miliar.
Pelaksanaan buyback direncanakan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, ketersediaan dana, kebutuhan operasional Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan Bursa Efek Indonesia yang berlaku.
Memperkuat Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Melalui penguatan bisnis komponen otomotif dan pengembangan portofolio manufaktur serta engineering di berbagai sektor, PART berkomitmen untuk membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!