Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Semakin Dipercaya Selenggarakan “Events” Besar

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Jakarta Semakin Dipercaya Selenggarakan “Events” Besar Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai usai meninjau pengerukan Kali Kebon Melati, Jakarta Pusat, Senin (28/9).

JAKARTA – Jakarta semakin dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan besat global. “Hal itu ditandai makin banyaknya gelaran konser internasional di Jakarta,” tutur Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Senin (28/9). Menurutnya, sejumlah musisi internasional memilih Jakarta sebagai salah satu lokasi pertunjukan merupakan bukti Jakarta semakin dipercaya untuk menyelenggarakan events besar.

Bahkan, kata Pramono, penampilan Ye di Asia Tenggara hanya ada di Jakarta. Selanjutnya, ada Weslife juga akan tampil pada tanggal 23 Januari mendatang. Tak hanya itu, penyelenggaraan konser dan festival musik juga dapat memberikan dampak ekonomi di berbagai sektor. Ini mulai dari aktivitas penyelenggaraan acara hingga pergerakan masyarakat selama berada di Jakarta.

Pramono menyebut geliat acara internasional tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. “Mereka memberikan apresiasi. Itu menunjukkan bahwa Jakarta memang betul-betul sebagai kota global yang sekarang mendapatkan kepercayaan publik,” ujar Pramono.

Pramono Anung Wibowo menyebut sejumlah konser musik mulai dari Pestapora hingga The Weeknd yang digelar di Jakarta berhasil memberikan dampak ekonomi hampir Rp250 miliar. Pramono menilai, hal tersebut menjadi salah satu indikator Jakarta semakin dikenal sebagai kota global.

“Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan The Weeknd selama dua hari kemarin, ekonomi Jakarta bergerak hampir Rp250 miliar,” tutur Pramono. Menurutnya, gelaran musik berskala internasional juga menunjukkan Jakarta semakin dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan berbagai pertunjukan besar.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga memaparkan mengenai pertemuannya dengan New York University saat kunjungannya ke New York. Ia menyebut pihak kampus memberikan apresiasi terhadap perkembangan Jakarta sebagai kota global, termasuk dari sisi penyelenggaraan pertunjukan musik.

“Mereka tahu bahwa di Jakarta akan ada Ye, akan ada The Weeknd yang baru dua hari yang lalu berjalan dengan baik, kemudian ada Westlife, ada Andrea Bocelli,” papar Pramono.

Soal Desil

Pada bagian lain Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemprov Jakarta tidak dapat mengubah ketentuan desil yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos). Ini termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Menurut Pramono, penentuan desil merupakan kebijakan nasional, sehingga pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengubahnya. “Terkait soal desil, Pemerintah Jakarta tidak bisa mengatur dirinya sendiri. Sebab desil adalah kebijakan nasional,” jelas Pramono.

Kendati demikian, dia akan membuat pengaturan tersendiri agar perubahan desil tidak memberikan dampak yang terlalu besar kepada masyarakat, terutama penerima bantuan KJP dan KJMU. Namun, Pramono menegaskan, keputusan mengenai desil tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Pemerintah Jakarta, akan berupaya agar perubahan desil tidak berdampak besar bagi warga. Initerutama yang berkaitan dengan KJP, dan KJMU. Kita akan mengatur sendiri, tetapi tidak mengubah desil yang sudah diputuskan pemerintah pusat,” papar Pramono.

Sebelumnya, DPRD Jakarta minta Pramono menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) yang secara khusus mengatur mekanisme penentuan desil penerima bansos. Permintaan tersebut disampaikan DPRD dalam rekomendasi terhadap pembahasan APBD Jakarta 2026.

“Kami juga minta Gubernur Jakarta segera mengeluarkan Pergub yang mengatur mekanisme, parameter, serta penguatan verifikasi dan validasi penentuan desil penerima manfaat bantuan sosial,” ujar Anggota DPRD Jakarta, Wita Susilowaty.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.