Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Putusan MSCI, OJK Redam Kekhawatiran Pasar Keuangan RI

1 Kamis, 08 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Putusan MSCI, OJK Redam Kekhawatiran Pasar Keuangan RI Jelang Putusan MSCI, OJK Redam Kekhawatiran Pasar Keuangan RI Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai potensi dampak pembekuan (freeze) penambahan saham Indonesia dalam indeks global relatif lebih terbatas menjelang pengumuman evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026.

“Kalau secara counter calculation mencoba menghitung dengan self-assesment, rasanya ruang untuk keluarnya saham-saham itu di dalam indeks menjadi jauh lebih terbatas dibanding sebelumnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi kepada wartawan usai kegiatan BIG Market Insights 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).

Menurut dia, saham-saham Indonesia yang saat ini masih menjadi konstituen indeks global, termasuk MSCI, umumnya memiliki kapitalisasi pasar besar, fundamental yang relatif baik, serta likuiditas yang terjaga.

Di sisi lain, ia menyebut Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam memenuhi tuntutan peningkatan transparansi pasar modal.

Hasan menjelaskan berbagai langkah reformasi yang dilakukan telah menempatkan pasar modal Indonesia pada jalur yang tepat dalam menjawab perhatian penyedia indeks global.

“Kita sudah menghadirkan tuntutan utama mereka berupa kehadiran transparansi. Silakan dibandingkan juga. Kami bisa menyatakan pasar modal Indonesia mungkin saat ini menjadi salah satu pasar yang menghadirkan tingkat transparansi yang paling lengkap,” ujarnya.

Meski begitu, Hasan menegaskan OJK tetap menghormati independensi penyedia indeks global dalam menentukan komposisi konstituen maupun mengambil keputusan terkait pembekuan indeks.

Regulator, kata dia, tidak akan melakukan intervensi untuk memengaruhi keputusan para analis penyedia indeks, tetapi berharap penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan metodologi dan kriteria yang telah ditetapkan.

“Jadi, mudah-mudahan apapun yang terjadi, dampaknya nanti ke pasar kita sudah sangat terbatas dibandingkan mungkin periode awal perhitungan pada saat kekhawatiran ini terjadi,” kata Hasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
AS Pilih Pakistan untuk Men...

Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.