Stabilisasi Harga Energi Jangan Sampai Menekan Ruang Fiskal untuk Belanja Produktif
📅 Senin, 28 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSolar menempati posisi tertinggi sebab harga olahan di pasar Asia melonjak jauh lebih tinggi daripada minyak mentah. Akibatnya, subsidi untuk setiap liter solar diperkirakan naik ke sekitar 11.100-12.600 rupiah per liter pada Agustus-Desember, lebih dari dua kali angka yang direncanakan APBN, yakni sebesar 5.150 rupiah per liter.
Yayan pun mengimbau dalam jangka pendek agar Pemerintah menyisihkan sebagian tambahan penerimaan dari harga komoditas sebagai cadangan menghadapi guncangan minyak akhir tahun. “Perketat penyaluran solar dan LPG 3 kg agar volume tidak terus melampaui kuota,” katanya.
Sedangkan, untuk solusi jangka menengah, ia menyarankan untuk menajamkan sasaran subsidi energi dengan perhatian khusus pada solar.
Situasional dan Kondisional
Pada kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko menilai, subsidi BBM harus bersifat situasional dan kondisional dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.
“Subsidi BBM seringkali harus situasional dan kondisional. BBM harus disubsidi Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, menstabilkan harga barang, dan melindungi ekonomi kelompok rentan,” kata Suhartoko.
“Jika harga BBM naik terlalu tinggi, biaya angkut barang dan ongkos jalan ikut naik. Hal ini memicu kenaikan barang lain yang membuat inflasi tidak terkendali,” katanya.
Menurutnya, peningkatan subsidi BBM harus dikaitkan dengan kondisi riil daya beli masyarakat dan risiko makro ekonomi. Dengan demikian meningkatnya subsidi BBM harus terkait dengan situasi apakah daya beli masyarakat menurun drastis dengan harga BBM dan inflasi. “Secara makro apakah dapat menimbulkan distabilitas ekonomi yang mengkhawatirkan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!