Megahnya Konser The Weeknd di Jakarta Dipuji, Akses JIS Jadi Sorotan Penonton
📅 Senin, 28 Sep 2026, 03:02 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Penonton memuji penampilan The Weeknd pada hari kedua konser After Hours Til Dawn Tour di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (27/9) malam, meski mencatat kendala akses transportasi dan teknis.
"Perasaannya pasti senang dan puas banget, apalagi sudah jadi penggemar sejak bangku SMP. Konsernya dua jam tanpa jeda, benar-benar memuaskan," kata Cinta, penonton asal Surabaya, Jawa Timur, seusai konser di JIS.
Konser penyanyi asal Kanada bernama asli Abel Tesfaye itu menarik penggemar dari berbagai daerah, termasuk Cinta yang rela terbang seorang diri ke Jakarta untuk menyaksikan penampilan The Weeknd selama dua malam berturut-turut.
Malitha, penggemar yang datang bersama dua rekannya dari Yogyakarta, juga menilai penampilan The Weeknd memanjakan penonton melalui tata visual dan pencahayaan yang sinematik.
"Sebagai penggemar, kami sangat dimanjakan dengan tata cahaya, konsep panggung, visual, hingga penampil yang tampil habis-habisan sepanjang pertunjukan," ujar Malitha.
Ia mengatakan dirinya menantikan sejumlah lagu populer The Weeknd, termasuk "Die For You", yang menjadi salah satu karya yang dinantikan penggemar dalam konser tersebut.
Sementara itu, Mahira, penonton asal Cakung, Jakarta Timur, memuji tata panggung berskala besar yang dinilainya jarang ditemui dalam konser musisi internasional lainnya di Indonesia.
"Keren banget, konser lain sepertinya belum ada yang semegah ini," tutur Mahira yang mendapatkan tiket melalui perebutan tiket secara daring.
Mahira mengaku paling terkesan ketika The Weeknd membawakan lagu "Moth To A Flame" dan "Less Than Zero" di hadapan penonton.
Di balik kepuasan terhadap penampilan musik dan visual, sejumlah penonton juga memberikan catatan mengenai kenyamanan dan aksesibilitas di sekitar lokasi konser.
Mahira menyoroti kepadatan arus penonton saat keluar dari JIS menuju titik penjemputan transportasi setelah konser berakhir.
Keluhan serupa disampaikan Malitha yang menilai promotor dan pemangku kepentingan terkait perlu menyiapkan integrasi transportasi umum yang lebih mudah dijangkau dari stadion berkapasitas sekitar 82.000 penonton tersebut.
Selain akses transportasi, Malitha menyayangkan kendala teknis berupa padamnya layar raksasa panggung di tengah pertunjukan.
"Layar panggung sempat mati tadi, sehingga sedikit mengurangi pengalaman menonton. Harapannya promotor bisa lebih siap dan belajar dari hari pertama, serta akses transportasi umum ke arena konser bisa lebih menjangkau penonton," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!