Era AI Makin Cepat, AMSI Ungkap Tantangan Besar Industri Media
📅 Senin, 28 Sep 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjungpinang - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyebut industri media menghadapi tantangan akibat perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi serta perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat.
Wakil Ketua Umum AMSI Citra Dyah Prastuti mengatakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi membuat media perlu memahami kebutuhan audiens dan menghadirkan konten yang memberikan manfaat bagi publik.
"Karena itu, media harus mengenali siapa audiens, dengan menyajikan konten-konten yang berguna untuk publik," kata Citra dalam perayaan HUT ke-5 AMSI Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Minggu (27/9).
Menurut dia, masyarakat saat ini tidak hanya memperoleh informasi dari media, tetapi juga melalui media sosial dan konten kreator. Kondisi tersebut membuat perusahaan pers perlu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Selain perubahan perilaku audiens, perkembangan AI turut mengubah industri media karena teknologi tersebut mampu mengolah dan merangkum informasi dalam waktu singkat.
Citra mengatakan kondisi itu mendorong media untuk memperkuat keunggulan jurnalistik yang tidak mudah digantikan teknologi, terutama melalui verifikasi, pengecekan fakta, dan peliputan langsung di lapangan.
"Kerja jurnalistik yang dilakukan melalui verifikasi, pengecekan fakta, dan peliputan langsung menjadi bagian penting guna menjaga kredibilitas media di tengah derasnya arus informasi digital," ujarnya.
Sementara itu, Ketua AMSI Kepulauan Riau Jailani mengatakan peringatan HUT ke-5 organisasi tersebut menjadi momentum refleksi bagi perusahaan pers dalam menghadapi perubahan industri media yang berlangsung cepat. AMSI Kepri saat ini menghimpun 12 perusahaan media siber.
Ia mengatakan AMSI terus mendorong lahirnya media siber yang profesional dan pelaksanaan kerja jurnalistik sesuai dengan ketentuan.
"Realitas pada hari ini, banyak media yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Tanggung jawab media bukan kepada media itu sendiri, tapi kepada publik," kata Jailani.
Menurut dia, kondisi industri media yang dinamis dan situasi bisnis yang berubah tidak boleh mengurangi komitmen perusahaan pers untuk menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Jailani mengatakan keberlangsungan media membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
"Kami percaya perjalanan media tidak pernah berdiri sendiri. Ada pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat lain yang telah membangun sinergi dengan insan pers," ujarnya.
Sarana Edukasi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!