Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Blokir Akses Keuangan dan Rekening Debitur BLBI yang Bandel

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Blokir Akses Keuangan dan Rekening Debitur BLBI yang Bandel Doc: istimewa
Ket. Piutang Negara - Pengawasan Penagihan Piutang BLBI Penting karena Kerap Terkendala Hukum

* Pemerintah harus menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam melanjutkan penanganan piutang negara BLBI

* Pemerintah harus menanggung beban pokok dan bunga utang BLBI menggunakan dana APBN selama 28 tahun.

JAKARTA - Penanganan dan penagihan piutang negara dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang kini dikembalikan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) harus diawasi ketat, terutama terkait progres penegakan hukum terhadap para obligor dan debitur yang mangkir.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty menekankan perlunya pengawasan dari DPR dan masyarakat agar kerja DJKN benar-benar menghasilkan penerimaan negara.

“Supaya ada kontrol mengenai progresnya harus dipantau secara reguler agar upaya kejar-kejaran debitur obligor BLBI bisa menghasilkan penerimaan kembali kepada negara,” kata Telisa.

Pengawasan tersebut penting karena penagihan BLBI bukan perkara mudah dan kerap terkendala aspek hukum. “Ada beberapa yang mungkin terkendala dari aspek hukum, mungkin juga beberapa obligor ini sudah berpindah ke luar negeri, bagaimana MOU kita dengan luar negeri dalam penanganan obligor,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan tugas penagihan terhadap kewajiban para obligor dan debitur BLBI kini dilanjutkan melalui DJKN setelah Satgas BLBI berakhir pada akhir 2024.

Pengawasan kata Telisa penting sebagai bagian dari upaya mengejar kebocoran penerimaan negara. “Sebenarnya kan banyak sekali kebocoran negara yang telah terjadi. Program-program pemerintah sekarang memang ingin mengejar kebocoran negara, baik yang sekarang maupun yang di masa lalu. Dan bukan hanya BLBI tapi juga kemarin ada wacana BUMN, direksi-direksi BUMN yang merugikan,” kata Telisa. Hal itu katanya bertujuan agar fiskal lebih sehat dan tidak perlu terus menambah utang dan lain sebagainya.

Harus Berani dan Tegas

Pada kesempatan terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan Pemerintah harus menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam melanjutkan penanganan piutang negara BLBI. Penyelesaian kewajiban para obligor dan debitur harus dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

Penegakan hukum katanya menjadi prinsip penting dalam penyelesaian kasus BLBI. Pemerintah harus memastikan hak negara dapat dipulihkan dan persoalan yang telah berlangsung lama tersebut tidak terus menjadi beban negara.

Menurut Maruf, prinsip utama dalam penyelesaian BLBI adalah memastikan negara tidak dirugikan oleh konsekuensi kebijakan pada masa lalu. Karena itu, pemerintah perlu konsisten menagih kewajiban yang masih menjadi tanggung jawab para obligor dan debitur.

“Prinsip dasarnya adalah negara tidak boleh dirugikan atas kebijakan yang lampau. Demikian sebaliknya, para pelaku bisnis harus diperlakukan secara adil. Itu kaidah dasarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan dampak BLBI sangat besar dan membebani keuangan negara dalam jangka panjang. Menurut Esther, dana BLBI yang awalnya ditalangi oleh Bank Indonesia menggunakan surat utang atau obligasi, harus ditanggung beban pokok dan bunganya oleh pemerintah menggunakan dana APBN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Limbah Galon Dimanfaatkan u...

Siswa di Kendari Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.