Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asian Games: Atlet Remaja Jepang Pecahkan Rekor Dunia Renang, Masalah Penyelenggaraan Disorot

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh:

“Jumlah kamar yang tersedia di kapal pesiar dan hotel tidak sesuai dengan jumlah atlet kami,” ujarnya.

Ia bahkan menggambarkan situasi tersebut seperti permainan kursi musik, ketika para peserta harus berebut tempat yang tersedia.

Lebih dari 4.000 orang disebut menginap di kapal pesiar, sementara sekitar 2.000 lainnya ditempatkan di kabin yang oleh panitia disebut sebagai “villas”.

Persoalan tidak berhenti pada akomodasi. Sejumlah kontingen juga mengeluhkan layanan bus antar-jemput atlet yang terlambat atau bahkan tidak datang.

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang secara konsisten menyuarakan kritik terhadap penyelenggaraan. Menurut laporan kantor berita Yonhap, pihak Korea Selatan menilai berbagai persoalan tersebut berpotensi memengaruhi performa atlet.

Presiden Korean Sport and Olympic Committee, Ryu Seung-min, bahkan memberikan penilaian sangat rendah terhadap kinerja panitia.

“Jika saya harus memberikan nilai, saya akan memberikan F,” kata Ryu.

Kritik tersebut muncul ketika Asian Games masih berlangsung dan sejumlah cabang olahraga memasuki fase penting perebutan medali.

Di arena pertandingan, Tiongkok terus menambah koleksi medali. Yang Yang merebut emas kelas 60 kilogram putra angkat besi setelah mencatat total angkatan 304 kilogram, hasil dari 138 kg pada snatch dan 166 kg pada clean and jerk.

Pang Un Chol dari Korea Utara meraih perak dengan total 301 kg, sedangkan atlet Thailand Silachai Theerapong menempati posisi berikutnya.

Pang berhasil menyamai rekor dunia clean and jerk miliknya dengan angkatan 174 kg. Namun, ia gagal menambah empat kilogram pada percobaan terakhir yang sebenarnya bisa membawanya melewati total angkatan Yang.

Korea Utara kemudian membalas di kelas 65 kg putra. Pak Myong Jin menjadi juara setelah melakukan angkatan terakhir 182 kg dan mencatat total 328 kg.

Pemegang rekor dunia asal Tiongkok, He Yueji, harus puas dengan perak setelah terpaut hanya satu kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.