IHSG Hari Ini Kembali Tertekan, Investor Asing Putar Arah
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 18:07 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan adanya penyesuaian aliran dana asing di kawasan Asia Tenggara.
Rebalancing portofolio membuat investor kembali mengatur eksposur antar pasar, sehingga tekanan jual di pasar saham Indonesia meningkat dan pergerakan IHSG menjadi lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global maupun regional.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9) sore, ditutup melemah 107,69 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.277,04 seiring potensi terjadinya penataan ulang (rebalancing) aliran dana asing di kawasan Asia Tenggara.
Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,68 poin atau 1,37 persen ke posisi 625,61.
"Peningkatan status Vietnam ke dalam FTSE emerging market, secara langsung memicu potensi penataan ulang (rebalancing) aliran modal asing di Asia Tenggara," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico, dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar global merespon setelah FTSE merubah status Vietnam dari frontier market ke emerging market, yang tentunya perubahan tersebut akan mampu menarik dana investor asing masuk ke Bursa saham Vietnam.
Selain itu, lanjutnya, penguatan bursa kawasan Asia ditopang oleh sentimen menurunnya harga minyak mentah seiring meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, serta tanda-tanda aliran energi yang berkelanjutan dari kawasan tersebut.
"Penurunan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan tekanan inflasi," ujar Nico.
Data satelit menunjukkan bahwa muatan minyak Saudi di Teluk Persia melonjak, menunjukkan ekspor bergeser kembali ke Selat Hormuz karena penutupan pipa Timur-Barat berlanjut, meskipun laporan menunjukkan jalur tersebut dapat sebagian beroperasi kembali dalam beberapa hari.
"Tentunya ini sebuah harapan kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah," ujar Nico.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan akan berpidato di Majelis Umum PBB di New York, AS, serta kemungkinan akan bertemu dengan Presiden Iran, Pezeshkian di sela-sela acara tersebut.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar juga bersikap wait and see terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan September 2026 pada 22-23 September 2026.
"Secara konsensus diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, sehingga berpotensi mempersempit celah intervensi atau dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing," ujar Nico.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!