Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov NTB akan Menetapkan Status Darurat Kekeringan

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov NTB akan Menetapkan Status Darurat Kekeringan Doc: Antara
Ket. Arsip- Seorang petani sedang mengembalakan kerbaunya di areal persawahan yang mengering di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bakal menetapkan status kedaruratan kekeringan dalam minggu ini setelah melakukan koordinasi lengkap dengan sejumlah pihak terkait.

"Itu lengkap dengan BPBD, kemudian dengan TNGR, kemudian dengan BMKG. Dalam minggu ini kita akan tetapkan kondisi kedaruratan," ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Mataram, Rabu.

Ia mengakui guna mengatasi kekeringan berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di NTB, pihaknya juga tengah menggodok opsi operasi modifikasi cuaca.

"Ini sedang kita diskusikan dengan BMKG maupun dengan BNPB untuk kemungkinan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC)," ucapnya.

Iqbal menyebutkan, pelaksanaan OMC masih dalam tahap pembahasan karena membutuhkan syarat khusus, terutama ketersediaan awan yang memadai.

"Ini lagi dibahas, karena kan harus ada syaratnya, harus jumlah cloud-nya. Jumlah awan-nya itu memadai. Kalau terlalu sedikit nggak bisa juga sekarang sedang menentukan target," ungkap Iqbal.

Selain upaya teknis, Pemprov juga akan mengagendakan Shalat Istisqo bersama pada hari Jumat mendatang untuk memohon turunnya hujan. Meski demikian, ia sendiri kemungkinan berhalangan hadir karena harus memenuhi undangan Bank Indonesia di Jakarta.

"Insya Allah hari Jumat ada shalat istisqo. Mungkin saya juga nggak bisa hadir karena ke Jakarta ada undangan BI, tapi akan ada sholat istisqo juga," tegas Iqbal.

Di sisi lain, ia mengingatkan adanya dua tantangan yang harus dihadapi secara paralel. Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan akan mulai masuk pada akhir November hingga awal Desember, namun dengan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan banjir.

"Dua hal sih ini. Satu, kita harus mencari solusi terhadap kekeringan yang berkepanjangan ini. Di sisi lain, prediksi-nya di akhir November sudah akan mulai curah hujan. Tetapi curah hujan-nya tinggi intensitas-nya, sehingga kita harus menyiapkan juga mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya banjir," ucapnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat NTB untuk terlibat aktif dalam mitigasi, sembari pemerintah menyelesaikan dampak kekeringan.

"Mari kita bersama-sama memitigasi, mengantisipasi kemungkinan curah hujan yang tinggi di akhir November awal Desember dengan membersihkan gorong-gorong, membersihkan saluran-saluran, membersihkan sungai-sungai. Ini sangat penting untuk menghindari dampak negatif dari curah hujan yang tinggi nanti," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bisnis Besar Martha Tilaar Dimulai dari Garasi Kecil

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Bisnis Besar Martha Tilaar ...
Megapolitan
KCIC Kembangkan Dua Akses B...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.