Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Mencapai Titik Ekstrem, Amerika Tengah hingga Indonesia Kena Dampak

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
El Nino Mencapai Titik Ekstrem, Amerika Tengah hingga Indonesia Kena Dampak Doc: Antara
Ket. Foto udara Situ Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, yang airnya menyusut, Rabu (2/9). Volume air di Situ Cilodong menyusut sejak dua bulan terakhir akibat musim kemarau.

New York - Pola cuaca El Nino yang semakin menguat telah menyamai tingkat intensitas tertinggi yang pernah tercatat berdasarkan salah satu indikator yang banyak digunakan. Seorang ilmuwan senior mengatakan kepada AFP pada Senin, dampaknya bahkan sudah dirasakan dari Amerika Tengah hingga Indonesia.

Zeke Hausfather, klimatolog dari Berkeley Earth sekaligus salah satu penulis laporan komprehensif perubahan iklim untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan anomali suhu permukaan laut di kawasan Pasifik tropis kini mencapai 3,07 derajat Celsius, menyamai El Nino pada 2015-2016.

"Bulan ini (September) sangat mungkin mencatat anomali bulanan tertinggi yang pernah terjadi, kecuali ada sesuatu yang benar-benar tidak terduga dalam sepekan mendatang," katanya melalui surat elektronik.

Angka yang disampaikan Hausfather dan dipublikasikan melalui dasbor Climate Brink tersebut menggunakan data suhu permukaan laut dari satelit dan pelampung milik Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA).

Data itu didasarkan pada seberapa tinggi suhu permukaan laut harian di wilayah Nino 3.4, yakni kawasan imajiner di Pasifik, dibandingkan dengan rata-rata suhu selama 30 tahun.

Namun, NOAA sendiri telah beralih menggunakan metode baru yang disebut Relative Oceanic Nino Index (RONI). Indeks tersebut mengukur pemanasan di wilayah Nino 3.4 dibandingkan dengan pemanasan di seluruh wilayah tropis.

Perubahan metode tersebut bertujuan memperhitungkan dampak perubahan iklim yang secara umum turut meningkatkan suhu lautan.

Dengan menggunakan indikator RONI, angkanya menjadi lebih rendah. El Nino saat ini masih berada di bawah rekor, meskipun diperkirakan pada akhirnya akan melampaui rekor tersebut.

El Nino merupakan fase pemanasan dari siklus alami di kawasan Pasifik tropis yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO).

Fenomena tersebut terjadi ketika angin pasat yang biasanya bertiup dari timur ke barat untuk sementara melemah. Kondisi ini memungkinkan air hangat yang biasanya menumpuk di bagian barat Samudra Pasifik bergerak kembali ke arah timur dan naik ke permukaan.

Ketika suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata tersebut bertahan selama beberapa bulan, kondisi itu memicu lebih banyak badai dan awan di kawasan tersebut. Dampaknya kemudian merambat melalui atmosfer global.

Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami kondisi yang lebih panas dan kering, sementara wilayah lainnya mengalami kondisi yang lebih dingin dan basah.

Penguatan Mencolok

Perubahan iklim akibat aktivitas manusia dapat memperbesar dampak El Nino. Atmosfer yang lebih hangat mampu menampung lebih banyak uap air sehingga hujan yang berkaitan dengan El Nino dapat menjadi lebih ekstrem. Kondisi tersebut juga membuat tanah lebih kering dan memperparah kekeringan di wilayah yang mengalami dampak El Nino.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.