Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Temukan Spesies Kucing Liar Misterius di Bolivia

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 00:17 WIB | Oleh:
Ilmuwan Temukan Spesies Kucing Liar Misterius di Bolivia Doc: Istimewa
Ket. Ukuran tubuhnya menjadi salah satu hal yang mencolok. Kucing jantan yang kini berusia sekitar 10 tahun itu memiliki panjang sekitar 46 sentimeter dari kepala hingga pangkal ekor dan berat hanya 1,4 kilogram. Ukurannya bahkan lebih kecil dibandingkan kucing rumahan rata-rata.

YUNGAS - Para ilmuwan mengidentifikasi spesies kucing liar yang sebelumnya belum dikenal di Bolivia. Kucing berukuran sangat kecil dan berbintik tersebut ditemukan di sebuah suaka margasatwa di kawasan Yungas.

Dari France 24, Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada Kamis (17/9) ini menjadi penemuan spesies kucing liar hidup baru pertama yang secara resmi dideskripsikan dalam lebih dari satu abad.

Spesies tersebut diberi nama Leopardus tilcayo. Nama itu diambil dari sebutan yang digunakan masyarakat setempat di hutan awan Pegunungan Andes, habitat asal kucing tersebut.

Penelitian dipimpin antara lain oleh ahli biologi Bolivia sekaligus penjelajah National Geographic, Paola Nogales-Ascarrunz.

Awalnya, Nogales-Ascarrunz diminta memeriksa seekor kucing di suaka margasatwa Senda Verde, setelah seorang koleganya menyadari bahwa hewan tersebut memiliki penampilan yang tidak biasa.

Kucing itu ditemukan sebuah keluarga di hutan. Karena kesulitan merawatnya sebagai hewan peliharaan, keluarga tersebut kemudian menyerahkannya ke suaka.

Ukuran tubuhnya menjadi salah satu hal yang mencolok. Kucing jantan yang kini berusia sekitar 10 tahun itu memiliki panjang sekitar 46 sentimeter dari kepala hingga pangkal ekor dan berat hanya 1,4 kilogram. Ukurannya bahkan lebih kecil dibandingkan kucing rumahan rata-rata.

“Mengenal kucing liar lainnya, ini aneh. Dia benar-benar kecil,” kata Nogales-Ascarrunz.

Untuk memastikan posisi hewan tersebut dalam garis keturunan kucing Amerika Selatan, para peneliti membandingkan genom lebih dari 30 kucing dari sejumlah lokasi, termasuk Kolombia, Peru, dan Brasil.

Peneliti juga menggunakan sampel DNA dari tulang dan kulit kucing yang telah diawetkan di museum-museum Amerika Serikat dan Eropa.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Leopardus tilcayo memiliki garis keturunan yang terpisah dari kerabat terdekatnya sekitar 1,4 juta tahun lalu.

Spesies kucing liar terakhir yang sebelumnya secara resmi diidentifikasi adalah kucing pampas Uruguay pada 1923.

“Selama ekspedisi naturalis pada abad ke-17, ke-18, dan ke-19, kucing ini tidak pernah dikumpulkan dan spesiesnya tidak pernah dideskripsikan dengan benar,” ujar Nogales-Ascarrunz.

Penelitian ini sekaligus mengungkap bahwa kelompok kucing harimau Amerika Selatan yang sebelumnya dianggap sebagai satu spesies karena kemiripan fisiknya ternyata memiliki keragaman genetik yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

Ilmuwan Temukan Spesies Kucing Liar Misterius di Bolivia

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Ilmuwan Temukan Spesies Kuc...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.