Susahnya Menyiapkan Derbi DIY, Perlu Ikrar Ketua Supporter dan Wali Kota-Bupati Segala

Jumat, 18 Sep 2026, 08:38 WIB

YOGYAKARTA – Ada tiga laga yang dicermati atau larangan pendukung tandang. Ketiganya adalah Persib vs Persija, Persebaya vs Arema, dan PSIM vs PSS. Tidak mudah untuk menyiapkan derbi DIY antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang masih berlangsung 10 Desember nanti. Tapi sejak sekarang sudah dikondisikan.

Suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta resmi menandatangani komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan Daerah Istimewa Yogyakarta selama kompetisi sepak bola Super League 2026/2027.

Ket. Foto: derbi yang ditunggu-tunggu — Sumber: ist

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda DIY Kombes Pol. Ihsan di Yogyakarta, Rabu, mengatakan penandatanganan komitmen tersebut diinisiasi oleh Polda DIY dan diikuti perwakilan masing-masing kelompok suporter, manajer klub, Bupati Sleman, Wali Kota Yogyakarta, serta pihak terkait lainnya di Mabes Polda DIY, Rabu (16/9).

"Kegiatan itu dapat menjadi hal baik untuk mengawali pertandingan kedua tim, dan diharapkan pertandingan berlangsung dengan aman dan tertib," katanya.

Menurutnya, situasi kondusif dan aman di wilayah DIY menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak sehingga keterlibatan berbagai elemen, khususnya kedua kelompok suporter, sangat penting.

"Kami kawal komitmen itu agar bisa sampai ke akar rumput yang paling utama sehingga D. I. Yogyakarta tetap aman dan kondusif, dan bisa menjadi barometer atau contoh sebagai kota yang ramah, kota yang aman untuk kemajuan sepak bola," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, empat kelompok suporter dari kedua tim, yakni Slemania, Brigata Curva Sud (BCS), Brajamusti, dan Mataram Independent (The Maident), menyatakan kesiapan menjalankan kesepakatan tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.

Wakil Ketua Slemania Tato Indarto mengatakan dia bersama Slemania akan menjaga komitmen yang telah disepakati bersama untuk menjaga nama baik sepak bola di DIY.

"Untuk Slemania, nanti untuk menjaga komitmen yang sudah disampaikan tadi, untuk menjaga nama baik di Sleman dan di Jogja, sepak bola terutamanya," katanya.

Senada dengan Tato, Ketua Umum Mataram Independent (The Maident) Rendy Agung mengatakan komitmen menjaga kondisi suporter arus bawah agar tetap kondusif sepanjang musim serta menjadikan sepak bola sebagai sarana pemersatu bangsa.

"Dari PSIM pun juga akan selalu menjaga beberapa arus bawah kami agar tetap kondusif pada musim ini. Kami buktikan bahwa sepak bola adalah pemersatu bangsa," katanya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mendorong sejumlah komitmen yang tertuang dalam kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

"Kami ingin ikut mensukseskan bagaimana nanti PSIM bersama PSS bisa bersama-sama maju bersama dan kemudian semua terkondisi dengan baik," ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.