Cuaca Panas, Dehidrasi Melanda, Kenali Gejalanya!
Jumat, 18 Sep 2026, 09:06 WIBJAKARTA - Saat musim kemarau tiba, dehidrasi kerap dialami lantaran cuaca panas meningkatkan pengeluaran keringat sebagai mekanisme tubuh untuk mengatur suhu.
âJika kehilangan cairan tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, dapat terjadi dehidrasi. Kondisi ini dapat mengganggu sirkulasi, fungsi ginjal, konsentrasi, dan pengaturan suhu tubuh, bahkan meningkatkan risiko heat-related illness,â kata Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengingatkan, Rabu.
Sejumlah tanda kekurangan cairan yang sering tidak disadari, seperti haus, mulut kering, sakit kepala, mudah lelah, pusing, dan konsentrasi menurun.
âPada lansia, perlu dicermati karena sensasi haus dapat berkurang sehingga dehidrasi dapat terjadi tanpa rasa haus yang nyata,â ujar Luciana.
Luciana mengatakan berbagai jenis minuman memang berkontribusi terhadap asupan cairan, namun kandungan di dalamnya dapat memberikan efek lain.
Menurut dia, mengonsumsi kopi berlebihan dan teh pada sebagian orang juga dapat meningkatkan produksi urine karena efek diuretik kafein, sehingga berpotensi meningkatkan kehilangan cairan dan risiko dehidrasi, terutama bila asupan cairan tidak mencukupi.
Kemudian, minuman manis menambah asupan gula dan kalori, jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan energi dan memengaruhi kadar gula darah.
âMinuman yang mengandung elektrolit dapat bermanfaat saat kehilangan cairan cukup banyak, tetapi perlu diperhatikan kandungan gula, natrium, dan elektrolitnya,â ujar dokter lulusan Universitas Indonesia itu.
Luciana menekankan mengonsumsi air putih tetap menjadi pilihan utama untuk hidrasi sehari-hari.
Dalam mencegah dehidrasi terutama saat musim kemarau, Luciana mengatakan warna urine dapat menjadi indikator praktis status hidrasi. Semakin pekat warna urine, semakin kemungkinan kekurangan cairan.
Ia juga menyarankan untuk minum secara teratur tanpa menunggu haus, terutama sebelum, selama, dan setelah aktivitas di luar ruangan.
âBawa air minum, tingkatkan asupan saat banyak berkeringat, hindari aktivitas berat pada cuaca sangat panas, dan konsumsi buah serta sayuran yang banyak mengandung air,â tutur dia.
Dehidrasi Ringan vs Dehidrasi Ringan
Gejala dehidrasi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada seberapa banyak cairan yang hilang. Berikut tanda-tanda Anda mengalami dehidrasi ringan atau dehidrasi berat, dikutip dari Medical House.
Dehidrasi Ringan:
Terjadi ketika terjadi penurunan berat badan sebesar 1-2% akibat kehilangan cairan. Kondisi ini seringkali dapat diatasi di rumah dengan meningkatkan asupan cairan. Gejalanya meliputi:
- Haus
- Mulut kering
- Urine berwarna kuning lebih gelap
- Kelelahan
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Penurunan produksi urin
Dehidrasi Parah:Â
Hal ini terjadi ketika terjadi kehilangan cairan tubuh yang signifikan, yaitu lebih dari 5-6% dari berat badan. Kondisi ini membutuhkan perhatian medis segera. Gejalanya meliputi:
- Haus yang ekstrem
- Mulut dan kulit kering
- Mata dan pipi cekung
- Detak jantung dan pernapasan yang cepat
- Tekanan darah rendah
- Kebingungan atau mudah tersinggung
- Tidak buang air kecil atau urin berwarna kuning sangat gelap.
- Syok (dalam kasus ekstrem)
Metod Rehidrasi di Rumah
- Air : Cara paling sederhana dan efektif untuk menghidrasi tubuh. Minumlah air sedikit demi sedikit agar tubuh dapat menyerapnya.
- Larutan Rehidrasi Oral (ORS) : Mengandung campuran elektrolit dan glukosa yang seimbang untuk membantu rehidrasi cepat, terutama setelah diare atau muntah.
- Minuman Elektrolit : Minuman olahraga atau minuman yang diperkaya elektrolit dapat menggantikan mineral dan cairan yang hilang.
- Kaldu dan Sup Bening : Ini dapat menyediakan cairan dan nutrisi penting.
- Buah dan Sayuran : Semangka, mentimun, dan jeruk memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat membantu menjaga hidrasi.
- Hindari Kafein dan Alkohol : Keduanya dapat bertindak sebagai diuretik dan meningkatkan kehilangan cairan.
Pencegahan Dehidrasi
- Hidrasi Teratur : Minumlah banyak cairan sepanjang hari.
- Pola Makan Seimbang : Sertakan makanan yang kaya air dalam diet Anda, seperti buah-buahan dan sayuran.
- Pantau Warna Urine : Urine berwarna kuning muda menunjukkan hidrasi yang baik.
- Batasi Kafein dan Alkohol : Kurangi konsumsi minuman yang dapat menyebabkan kehilangan cairan.
- Minumlah cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga : Pastikan Anda mengonsumsi cairan yang cukup saat melakukan aktivitas fisik.
Meskipun dehidrasi ringan dapat diatasi dengan meningkatkan asupan cairan di rumah, ada kalanya bantuan medis diperlukan. Kunjungi dokter Anda jika gejala dehidrasi semakin memburuk.
- Kesehatan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menko Pratikno Pastikan Percepatan Penyaluran Bantuan Korban Gempa
-
Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Tanda-tanda Batu Ginjal yang Harus Diwaspadai
-
KPK Periksa Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe sebagai Tersangka Kasus Korupsi
-
Gubernur Jateng Dukung Pencegahan LGBT Lewat Edukasi dan Konseling Dini
-
Tidur Bareng Hewan Peliharaan Bisa Tertular Penyakit dan Mengurangi Kualitas Tidur, Ini Kata Dokter Hewan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.