Anak Dua Korban Kecelakaan Kapal Ditanggung Biaya Pendidikannya, Keluarga Masih Menunggu Keajaiban
Jumat, 18 Sep 2026, 08:35 WIBBANJARMASIN â Pemkab Banyuwangi menanggung biaya Pendidikan anak para korban kapal Virgo Transport 8. Sedangkan hingga kini kerabat dan keluarga masih menanti keajaiban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terus berdoa mengharapkan keajaiban selamatnya korban Kapal Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini selama Allah SWT berkehendak, kami terus berdoa," kata Evi, salah satu keluarga penumpang Kapal Virgo di Banjarmasin, Kamis. Evi mengaku terus menantikan kemunculan Aulia, saudara sepupu yang sangat dicintainya.
Aulia menjadi salah satu penumpang perempuan asal Banjarmasin yang belum ditemukan hingga memasuki hari kelima pencarian korban tenggelamnya Kapal Virgo di laut Jawa.
Bagi Evi, harapan keluarganya bisa ditemukan selamat tak pernah padam. Bahkan dia masih berpikir jika Aulia diselamatkan nelayan di tengah laut namun belum kembali ke Banjarmasin.
"Semoga dia bisa hidup tenang dimana pun tinggal, kami keluarga ikhlas," ucapnya. Namun jika pun tidak selamat, Evi berharap jasad korban bisa ditemukan agar bisa dimakamkan secara layak.
"Kami memohon petugas terus melakukan pencarian para korban, hidup ataupun meninggal kami ikhlas dan sangat berterima kasih," katanya.
Hingga kini masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 pada Minggu (13/9) lalu membawa
total 243 penumpang dan awak kapal.
Biaya Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjamin keberlanjutan biaya pendidikan putra dan putri anak dari dua korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, pada Minggu (13/9).
Dua orang warga Banyuwangi menjadi korban kapal tenggelam KM Virgo Transport 8 dan sampai saat ini masih dinyatakan hilang itu, yakni Soni Marta Andika (40), warga Desa Genteng Kulon (Kecamatan Genteng) dan Ponco Budi Raharjo (46) warga Desa Tulungrejo (Kecamatan Glenmore). Soni adalah sopir dan Ponco kernet di satu truk bermuatan paket logistik yang dalam perjalan dari Jakarta menuju Banjarmasin.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Insya-Allah akan turut membantu agar putra dan putri (dua korban) tetap bisa sekolah dan kuliah," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai berkunjung ke kediaman keluarga korban kapal tenggelam itu, pada Kamis.
Menurut dia, pemerintah daerah setempat memiliki program beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa, untuk anak-anak Soni yang masih sekolah bisa masuk dalam program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah atau Garda Ampuh.
Sementara dua anak Ponco, bisa mendapat beasiswa dari program Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif, dua program beasiswa khusus mahasiswa.
"Soni dan Ponco adalah satu-satunya tulang punggung keluarga masing-masing, istri mereka tidak bekerja. Kami merasa prihatin atas kejadian ini, tentunya karena saat ini proses pencarian masih berjalan, kami berdoa semoga prosesnya dimudahkan," kata Ipuk.
Korban kapal tenggelam asal Banyuwangi, Soni memiliki dua anak yang masih sekolah, keduanya adalah Firdan Maulana (8) yang duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Firman Eka Putra (17) sekolah di tingkat SMK.
Sementara korban Ponco, memiliki dua anak kembar yakni, Safira Niken Raharja (19) dan Tiara Niken Raharja (19), keduanya kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember (Unej).
- Tragedi Kapal Virgo 8
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.