Kementerian UMKM Siapkan 153 Usaha Menengah Naik Kelas ke Bursa
Jumat, 18 Sep 2026, 08:45 WIBJAKARTA â Dorongan agar semakin banyak usaha menengah melantai di bursa menjadi bagian penting dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat kapasitas bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Initial Public Offering (IPO) dapat membuka sumber pendanaan baru bagi perusahaan untuk ekspansi, meningkatkan tata kelola dan transparansi, serta memperluas akses terhadap investor.
Namun, mendorong usaha menengah menuju pasar modal juga membutuhkan kesiapan fundamental, tata kelola, dan pemahaman yang memadai agar langkah tersebut benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengkurasi 153 perusahaan usaha menengah yang dinilai berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui program RISE TO IPO 2026.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan 153 perusahaan tersebut merupakan peserta rangkaian program yang digelar di Surabaya, Makassar, dan Bandung.
"Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif," ujar Bagus dalam keterangan kementerian di Jakarta, Kamis (17/9).
Program RISE TO IPO 2026 diawali di Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan, kemudian dilanjutkan di Makassar pada 16 Juli sebanyak 45 perusahaan, dan Bandung pada 31 Agustus sebanyak 58 perusahaan.
Saat ini, seluruh perusahaan yang mengikuti rangkaian kegiatan di tiga kota tersebut berada dalam tahap kurasi untuk menilai kelayakan, kesiapan bisnis, serta potensi perusahaan melanjutkan proses menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Perusahaan yang terpilih dalam Intensive Bootcamp RISE TO IPO akan memperoleh pendampingan lebih lanjut bersama praktisi pasar modal.
Pendampingan mencakup pembenahan aspek legal, keuangan, tata kelola, serta strategi yang diperlukan dalam persiapan menuju IPO.
Bagus mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, tetapi juga mendorong usaha menengah memperkuat fundamental bisnis sebelum mengakses sumber pembiayaan tersebut.
"Perusahaan perlu mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan, dan legalitasnya secara bertahap," katanya pula.
Setelah melalui tahapan pendampingan dan memenuhi kesiapan yang diperlukan, perusahaan peserta akan diarahkan mengikuti program IDX Incubator 2027 sebagai bagian dari pembinaan lanjutan.
Kementerian UMKM bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam program RISE TO IPO 2026 untuk memperluas edukasi pasar modal kepada usaha menengah sekaligus membuka alternatif sumber pendanaan bagi pengembangan usaha.
- Initial Public Offering (IPO)
- Sektor UMKM
- pasar modal
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar UMKM, 153 Usaha Menengah Ini Mulai Disiapkan Menuju IPO
-
Kota Semarang Jadi yang Terbaik! Juara Umum Peparpeda Jateng 2026 Berhasil Diraih
-
Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Minta Maaf
-
5 Bus Massa Pati Meluncur ke Jakarta, AMPB Bawa Tuntutan RUU Perampasan Aset
-
Carlos Baleba Resmi ke Manchester United, Lini Tengah MU Makin Menakutkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.