• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pelestarian Adat dan Buday...

Pelestarian Adat dan Budaya Keraton, Ada Potensi Ekraf di Dalamnya

Sabtu, 15 Agu 2026, 07:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menilai kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif, seperti keraton dan masyarakat adat.

“Pelestarian budaya perlu berjalan berdampingan dengan inovasi agar nilai-nilai tradisi tetap hidup, sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, pada Jumat.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (tengah), berdialog dengan Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VII Maros AA Mapparessa (ketiga kiri) saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (13/8). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif

Hal itu disampaikan Menekraf Riefky saat menerima audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (13/8) untuk membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan kegiatan budaya, sekaligus membahas rencana Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA).

FSKN merupakan organisasi masyarakat adat yang menghimpun para pemangku adat dan keraton atau kerajaan di Indonesia. Berdiri sejak 2006 dan telah berbadan hukum, organisasi tersebut menjadi wadah bagi para raja, sultan, penglingsir, pemangku adat, serta trah keraton dari berbagai wilayah Nusantara.

Menurut Riefky, kolaborasi dengan FSKN diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Nusantara untuk dikenal, dikembangkan, dan diapresiasi.

“Festival seperti FKMA dapat menjadi momentum untuk mempertemukan keragaman budaya Indonesia dengan jejaring internasional, khususnya di kawasan Asean,” ujar dia.

Dalam hal ini, Kementerian Ekraf akan melihat peluang sinergi festival tersebut dengan berbagai program pengembangan subsektor kreatif yang relevan.

Kolaborasi lintas bidang diharapkan dapat mempertemukan kekayaan budaya dengan subsektor seni pertunjukan, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur, desain, hingga kuliner.

FKMA menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman keraton dan masyarakat adat Indonesia sekaligus membuka ruang pertemuan budaya dengan jejaring masyarakat adat di kawasan Asean.

Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VIII Maros, AA Mapparessa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan masyarakat keraton di Nusantara.

Ia mengatakan salah satu program yang pernah diinisiasi adalah wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi keraton di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, momentum lima abad Jakarta menjadi kesempatan yang tepat untuk mengangkat nilai-nilai budaya serta potensi keraton, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

AA Mapparessa ingin menciptakan momentum untuk membangun kolaborasi dan pengembangan masyarakat keraton di Nusantara.

Melalui FKMA, mereka menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sebelumnya juga menginisiasi program bersama pemerintah di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti Program wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan ini, kata AA Mapparessa, menjadi titik pangkal untuk membangun sebuah model pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif bagi keraton-keraton se-Nusantara.

“Kami ingin mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi keraton, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif, di Jakarta sebagai pusat kegiatan nasional,” ujar AA Mapparessa. Ant

  • keraton

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Liga Inggris: Manchester United Bangkit, Carrick Ingin Ubah Momentum Jadi Era Baru

Breaking! BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami hingga 3 Meter di NTT, NTB dan Sulsel

Gempa Dahsyat dengan Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Bupati Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT

Terobosan Inovatif Pemprov Jabar, Fitur Imah Aing di Sapawarga Permudah Laporan Masyarakat di Rutilahu

Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!

Pelestarian Adat dan Budaya Keraton, Ada Potensi Ekraf di Dalamnya

Garuda Pertiwi U-16 Menggila, Arab Saudi Dihantam 7-0 di Srikandi Merdeka Cup 2026

75 Paskibraka Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-81 RI di IKN

Semarak HUT ke-81 RI, Merah Putih 1.200 Meter Membentang di Bogor

Penerbangan Komersial Kembali Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara

Musim Baru Liga Inggris: Arsenal Bidik Gelar Beruntun di Tengah Pergantian Pelatih Tim-Tim Rival

BIAS 2026 di Cimahi Sasar 16.723 Siswa SD dan SMP

Gawat! Judol Incar Anak-anak, Para Orang Tua Wajib Awasi Ponsel

Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang

Rencana Kenaikan Tarif BPJS 2026, Menkes Bilang Begini!

Safari Literasi Jawa Dorong Minat Baca dan Keterampilan Menulis di 28 Daerah

Gubernur Bali Kumpulkan Kepala Daerah Selaraskan Metode Gasing

Catat! Daftar 21 Kantong Parkir Disiapkan DKI Hadapi Serbuan Warga saat Pesta Kemerdekaan

Garuda Pertiwi Puncaki Klasemen Sementara Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.