Liga Inggris: Manchester United dalam Tekanan, Carrick Dituntut Hentikan Krisis di Kandang Fulham

Jumat, 18 Sep 2026, 08:15 WIB

LONDON – Manchester United memasuki pekan kelima Premier League (Liga Inggris) dengan tekanan yang semakin besar. Setelah hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan liga dan tersingkir secara menyakitkan dari League Cup, Michael Carrick membutuhkan respons cepat ketika Manchester United bertandang ke markas Fulham, Minggu (20/9).

Rasa optimistis yang menyelimuti Old Trafford selama pramusim mulai memudar. United baru mengalahkan Ipswich Town dalam empat pertandingan Premier League, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

Ket. Foto: Michael Carrick. — Sumber: Manchester United

Pukulan terbaru datang pada Rabu ketika United kembali gagal mempertahankan keunggulan. Sempat unggul 2-0 atas Brighton & Hove Albion di Old Trafford, mereka akhirnya kalah 2-3 dan tersingkir dari League Cup.

Kekalahan tersebut memiliki catatan sejarah yang tidak menyenangkan. Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, Manchester United kalah di Old Trafford setelah sempat memimpin dengan selisih dua gol.

Carrick mengakui situasi yang dihadapi timnya tidak mudah. Namun, pelatih United itu percaya skuadnya masih memiliki kualitas untuk membalikkan keadaan.

"Tentu saja kami bisa membalikkan keadaan. Kami memiliki beberapa pemain yang sangat bagus," ujar Carrick setelah kekalahan dari Brighton.

"Rasanya buruk karena kami tidak menjalani satu atau dua pekan, bahkan tiga pekan yang bagus. Kami punya pertandingan lagi pada Minggu dan itulah hal terpenting sekarang. Kami harus membalikkan situasi ini dan kembali memenangkan pertandingan."

Pertandingan di Craven Cottage datang pada waktu yang krusial bagi United. Kegagalan kembali meraih kemenangan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap Carrick, meski Fulham sendiri belum meraih kemenangan di Premier League musim ini.

Ada satu modal penting bagi United: mereka tidak pernah kalah dari Fulham sejak 2009.

Namun, statistik tersebut bukan jaminan. Fulham mulai memperlihatkan perkembangan di bawah pelatih baru Alvaro Arbeloa.

Mereka mampu menahan Liverpool pada pertandingan Premier League pekan lalu sebelum meraih kemenangan atas West Ham United di League Cup pada tengah pekan.

Artinya, Fulham datang dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh. United harus menghadapi tim yang sedang berusaha menemukan momentum sekaligus tekanan untuk segera memperbaiki performa mereka sendiri.

Liverpool juga belum sepenuhnya menemukan ritme terbaik bersama pelatih baru Andoni Iraola.

The Reds memang belum terkalahkan di seluruh kompetisi, tetapi tiga hasil imbang dari empat pertandingan Premier League membuat laju mereka tersendat.

Iraola akan menghadapi mantan klubnya ketika Liverpool bertandang ke Bournemouth, Minggu. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya membawa Bournemouth tampil di atas ekspektasi selama menangani klub tersebut.

Bournemouth sendiri belum meraih kemenangan di Premier League sejak Marco Rose menggantikan Iraola. Namun, tiga hasil imbang dan kekalahan tipis dari Manchester City menunjukkan bahwa permainan mereka belum mencerminkan hasil yang didapat.

Chelsea juga mulai menghadapi kenyataan setelah membuka musim dengan penuh optimisme.

Kehadiran Xabi Alonso sempat memunculkan harapan besar, termasuk pembicaraan mengenai peluang Chelsea bersaing di papan atas. Namun, kekalahan dari Arsenal dan hasil imbang melawan tim promosi Hull City membuat momentum tersebut sedikit terhenti.

Chelsea akan berusaha kembali ke jalur kemenangan ketika bertandang ke Brentford, Jumat.

Tuan rumah belum terkalahkan pada awal musim sehingga Chelsea menghadapi ujian serius untuk mengembalikan konsistensi mereka.

Tekanan bahkan lebih berat dirasakan Tottenham Hotspur. Setelah mengeluarkan lebih dari 300 juta dolar AS pada bursa transfer musim panas, Spurs diharapkan mampu memperbaiki hasil setelah dua musim berturut-turut finis di posisi ke-17.

Namun, setelah empat pertandingan Premier League, Tottenham justru kembali berada di peringkat ke-17.

Lebih buruk lagi, mereka belum memenangkan satu pertandingan pun dan belum mencetak gol dalam empat laga pembuka.

Roberto De Zerbi tetap percaya timnya akan segera menemukan bentuk terbaik. Setelah kalah dari Liverpool di League Cup pada Selasa, pelatih asal Italia itu menilai Tottenham hanya membutuhkan satu hasil untuk mengubah momentum.

Aston Villa menjadi lawan berikutnya. Villa sendiri baru mengoleksi satu poin dari empat pertandingan sehingga pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk mencari titik balik.

Di tengah masalah yang dihadapi sejumlah klub besar, Arsenal dan Manchester City justru menikmati awal musim yang sempurna.

Kedua tim masih memiliki rekor 100 persen dan mulai menjauh dari para pesaing.

Manchester City akan menjamu Sunderland pada Minggu dalam upaya mempertahankan awal positif mereka di era setelah Pep Guardiola.

Arsenal juga menghadapi tantangan berat ketika bertandang ke Brighton.

The Seagulls menjadi salah satu tim paling produktif di Premier League dengan 13 gol dari empat pertandingan. Ketajaman Brighton akan menjadi ujian serius bagi pertahanan Arsenal.

Bagi Manchester United, perhatian utama tertuju ke Craven Cottage. Setelah tiga pekan yang mengecewakan dan tersingkir dari League Cup, laga melawan Fulham menjadi kesempatan bagi Carrick dan pasukannya untuk memberikan respons di lapangan. Jika gagal, tekanan yang sudah mulai terasa di Old Trafford berpotensi semakin besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.