25 Kecamatan Tangerang Berstatus Awas Bencana Kekeringan

Rabu, 16 Sep 2026, 01:10 WIB

TANGERANG – Sebanyak 25 kecamatan Kabupaten Tangerang sudah masuk ke dalam krisis kekeringan dalam status awas bencana kekeringan akibat kemarau ekstrem tahun ini.“Status awas bencana kekeringan ditetapkan atas potensi Hari Tanpa Hujan berlangsung 60 hari serta diperkirakan memiliki curah hujan yang sangat rendah,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Selasa.

“Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan. Total saat ini ada 25 kecamatan tidak mengalami hujan,” katanya. Achmad menyatakan, status kebencanaan berlaku sejak peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pada tanggal 11-20 September.

Ket. Foto: Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik memberikan keterangan resmi terkait kesiapan kebencanaan di daerah itu pada Selasa (15/9). — Sumber: ANTARA/Azmi Samsul M

Total 29 kecamatan, 25 di antaranya memasuki status awas kekeringan. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, dan Legok. Kemudian kecamatan Mauk Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.

Selain itu, Taufik menyebut, terdapat 73 desa/kelurahan dari 25 Kecamatan yang kekeringan sejak periode 1 Juli hingga 12 September. Total warga terdampak mencapai 62.000 jiwa dari 23.430 kepala keluarga (KK). Kendati demikian, untuk menangani dampak kekeringan tersebut, dia telah mendistribusikan air bersih sebanyak 330 kali pengiriman ke 178 titik.

”Untuk kebakaran dan suplai air, seluruhnya bisa dilayani. Ini terutama suplai air bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan swasta. Apabila kekeringan terus-menerus dan meluas, baru kita akan lakukan siaga bencana,” tandas Achmad.

Beras Aman 

Sementara itu,Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memastikan ketersediaan pasokan beras di Kota Tangerang , dalam kondisi aman dan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Unit 5 Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama instansi terkait inspeksi ke Pasar Anyar, Superindo Cipondoh, dan Hypermart Mall Metropolis, Senin (14/9).

“Pengecekan untuk memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan pengawasan harga beras,” kata Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Ardila Amry. Dia menambahkan hasil pemantauan menunjukkan stok dalam kondisi aman dan seluruhnya menjual sesuai dengan aturan HET.

Ardila merinci hasil pemantauan di Pasar Anyar menunjukkan beras jenis medium dijual seharga Rp12.500 per kilogram (kg), beras premium Rp14.900 per kg, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp12.500 per kg.

Kondisi serupa juga terpantau di sektor ritel modern. Penjualan beras di Superindo Cipondoh dan Hypermart Mall Metropolis tercatat stabil. Beras premium dan SPHP dipasarkan masing-masing seharga Rp14.900 per kg dan Rp12.500 per kg.

  • Darurat Kekeringan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.