Kementan Tegaskan Stok Beras Nasional Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Rabu, 16 Sep 2026, 00:15 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional tetap aman memenuhi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan ke depan. Ketersediaan tersebut ditopang standing crop, cadangan rumah tangga dan horeca, serta stok beras Perum Bulog.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengatakan standing crop mencapai sekitar 3,8 juta hektare. Luasan tersebut diperkirakan setara sekitar 10 juta ton beras yang siap menopang kebutuhan nasional.

Ket. Foto: Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto — Sumber: Tangkapan Layar YouTube/BNPB

“Untuk 10 bulan ke depan, stok beras kita masih cukup dan aman menghadapi kondisi kekeringan sekarang. Ketersediaan tersebut menjadi jaminan bahwa kebutuhan beras masyarakat tetap tercukupi,” ujar dia saat memaparkan kondisi stok makanan di Youtube BNPB, Jakarta, Selasa (15/9).

Selain standing crop, kata dia, cadangan beras di hotel, restoran, kafe, dan rumah tangga mencapai sekitar 10 juta ton. Sementara stok beras Perum Bulog tercatat sekitar 4,6 juta ton sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Ketersediaan tersebut membuat pemerintah tetap optimistis menjaga produksi pangan meskipun kekeringan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi karhutla dan kekeringan juga terjadi bersamaan di beberapa daerah selama musim kering berlangsung," ucap dia.

Menurut Heru, kecukupan pangan hingga akhir tahun tidak hanya berlaku pada komoditas beras. Pemerintah memastikan sejumlah bahan pangan utama lainnya masih tersedia cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu ada kekhawatiran karena pangan kita cukup untuk berbagai komoditas utama hingga akhir tahun. Beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga berada dalam kondisi aman,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah menjaga produksi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pertanian untuk menghadapi ancaman kekeringan.

"Program tersebut mencakup pembangunan irigasi, embung, dan irigasi perpompaan di berbagai sentra produksi. Pemerintah juga menjalankan optimalisasi lahan sawah, rawa, serta program cetak sawah," kata dia saat berada di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Berbagai langkah tersebut, kata Amran, diarahkan menjaga kapasitas produksi beras tetap tinggi selama menghadapi El Nino. Infrastruktur air juga menjadi penopang utama ketika curah hujan mulai berkurang. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.