Raptors Resmi Pulangkan Kawhi Leonard Setelah Investigasi NBA

Rabu, 16 Sep 2026, 00:45 WIB

TORONTO — Toronto Raptors akhirnya merampungkan transfer Kawhi Leonard dari Los Angeles Clippers pada Selasa (15/9), setelah kesepakatan tersebut sempat ditunda akibat investigasi NBA terkait dugaan pelanggaran aturan salary cap.

Leonard kembali ke Toronto setelah klub asal Kanada itu sebelumnya menahan proses transfer pada Juli. Saat itu, Raptors diberi tahu NBA bahwa mereka akan menanggung risiko atas dampak apa pun yang mungkin muncul dari hasil investigasi terhadap Leonard.

Ket. Foto: Kawhi Leonard. — Sumber: NBA

Dalam kesepakatan tersebut, Toronto menyerahkan Brandon Ingram, Gradey Dick, dua pilihan putaran pertama NBA Draft pada masa mendatang, satu hak pertukaran pilihan putaran pertama, serta dua pilihan putaran kedua kepada Clippers.

Transfer tersebut mengembalikan Leonard ke klub yang pernah membawanya meraih gelar NBA pertama dalam sejarah Raptors pada 2019.

Kesepakatan Leonard ke Toronto sempat berada dalam ketidakpastian setelah NBA melakukan penyelidikan selama setahun terhadap Clippers dan pemain berusia 35 tahun tersebut.

Investigasi tersebut berfokus pada dugaan apakah Leonard menerima pembayaran dari sebuah perusahaan yang kemudian dinyatakan bangkrut. Perusahaan tersebut memiliki hubungan dekat dengan pemilik Clippers, Steve Ballmer.

NBA menyelidiki kemungkinan pembayaran tersebut digunakan sebagai cara untuk menghindari aturan salary cap yang membatasi jumlah pengeluaran klub untuk gaji pemain.

Dua pekan lalu, NBA mengumumkan hasil investigasi independen yang menemukan pola pelanggaran dan sejumlah pelanggaran serius terhadap aturan liga yang dilakukan organisasi Clippers.

Hukuman yang dijatuhkan sangat berat. Clippers kehilangan hak atas lima pilihan putaran pertama NBA Draft, menerima denda sebesar 30 juta dolar AS, dan Ballmer dijatuhi skorsing selama satu tahun. Sementara Leonard didenda 700.000 dolar AS.

Saat hukuman diumumkan, Clippers menyatakan mereka “dengan tegas menolak” temuan investigasi tersebut dan berencana menggugat keputusan itu.

Namun, pada Minggu, Ballmer mengungkapkan bahwa Clippers telah menyampaikan kepada NBA keputusan untuk menerima dan menjalankan hukuman tersebut.

“Kami telah berkomunikasi dengan NBA bahwa kami akan mematuhi sanksi tersebut,” ujar Ballmer. Klub juga telah membayar denda dan kini memilih untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Leonard sendiri menerima tanggung jawab penuh atas apa yang ia sebut sebagai kesalahan penilaian yang dilakukan oleh orang-orang di lingkaran terdekatnya.

Di tengah kontroversi tersebut, performa Leonard di lapangan tetap mengesankan.

Pada musim 2025-2026, ia mencatat rata-rata 27,9 poin per pertandingan, angka tertinggi sepanjang kariernya. Performa tersebut membuat Leonard finis di posisi ketujuh dalam pemungutan suara penghargaan MVP NBA.

Kini, ia kembali ke Toronto, kota tempat Leonard mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

Leonard hanya menghabiskan satu musim bersama Raptors, tetapi musim tersebut menjadi sangat bersejarah. Ia memimpin Toronto meraih gelar NBA 2019, trofi pertama dalam sejarah franchise.

General Manager Raptors Bobby Webster menyambut kepulangan mantan bintang mereka dengan antusias.

“Kami sangat senang menyambut Kawhi kembali ke Toronto,” kata Webster dalam pernyataan resmi klub. “Dampaknya terhadap organisasi kami, kota kami, dan negara kami tidak dapat disangkal. Dia mewujudkan semangat kompetitif dan mentalitas juara yang kami hargai.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.