Karhutla Makin Mengkhawatirkan, BMKG Temukan 4.028 Titik Panas di Sumatera
Rabu, 16 Sep 2026, 00:18 WIBPEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mendeteksi 4.028 titik panas di Pulau Sumatera dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.994 titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella RÂ Adelia mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, Selasa (15/9) sore.
Selain Sumatera Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi juga terpantau di Jambi (319), Bangka Belitung (354), Lampung (269), Riau (40), serta Bengkulu (32).
"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat (13), Sumatera Utara (2), serta Kepulauan Riau (5)," katanya.
Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 24 titik. Berikutnya, Kabupaten Indragiri Hilir (7), Kuantan Singingi (4), Pelalawan (3), serta Kota Dumai dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.
Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer saja.
"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer," jelasnya.
BMKG juga mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di selatan Sumatera. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.
âBerdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,â ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono.
- Kebakaran Hutan
- Titik Panas
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Karhutla
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya Sangat Menguntungkan Petani Saat Kekeringan
-
Kepala BNPB Baru Kristomei Sianturi Diharapkan Mampu Perkuat Penanganan Karhutla
-
Pertamina Patra Niaga Perkuat Kesiapan Layanan Energi Jelang MotoGP Mandalika
-
"Blue Food" Dikembangkan Bappenas Untuk Dongkrak Konsumsi Protein Masyarakat
-
Ditawari Malaysia dan Singapura Bantuan Pemadaman Karhutla, Ini Kata Menko Polkam
-
Transjakarta Larang Aktivitas Mengamen di Mikrotrans dan Halte
-
Wali Kota Bekasi Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Kota Tinggi Jadi Daya Tarik Investasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.