Karhutla Dekati Kawasan Inti IKN, OIKN Siapkan Patroli Lebih Ketat

Rabu, 16 Sep 2026, 00:20 WIB

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperketat patroli darat dan menyiagakan personel serta peralatan pemadam kebakaran untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendekati kawasan inti IKN.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa, mengatakan patroli diperketat di sejumlah lokasi rawan, termasuk Bukit Tengkorak di Semoi yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

Ket. Foto: Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kanan), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kedua kanan), dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (ketiga kanan) mengikuti rapat koordinasi evaluasi penanggulangan karhutla di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/9). — Sumber: Antara foto

Lokasi karhutla di Bukit Tengkorak berjarak sekitar 20–30 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

"Ini bagian dari upaya pengamanan berlapis untuk mencegah api mendekat kawasan inti IKN," kata Basuki.

Karhutla di kawasan Bukit Tengkorak terjadi sejak akhir Agustus dan telah ditangani antara lain melalui pemadaman dari udara menggunakan helikopter Caracal Skadron Udara 8 Lanud Dhomber Balikpapan.

Basuki mengatakan OIKN juga mengerahkan personel pemadam kebakaran dengan dukungan Manggala Agni, Polri, termasuk Brimob, serta TNI.

Menurut dia, upaya pengamanan tersebut sejauh ini mampu menjaga kualitas udara di KIPP dan Sepaku tetap dalam kondisi baik.

Sehari sebelumnya, Senin (14/9), Basuki bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta unsur TNI dan Polri meninjau Bukit Tengkorak.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan area terdampak karhutla sekaligus memantau lokasi yang berpotensi kembali memunculkan bara api.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kawasan IKN mendapat perhatian khusus pemerintah pusat dalam penanganan karhutla.

"Perintah Pak Presiden sangat jelas bahwa jangan sampai api sampai di zona inti IKN," katanya.

Kepala BNPB Suharyanto menekankan pentingnya efektivitas patroli darat karena regu dengan peralatan lengkap dinilai lebih efisien untuk memadamkan bara api di kawasan yang terbakar.

Penanganan karhutla di wilayah IKN dan Kalimantan Timur kemudian dievaluasi melalui rapat koordinasi di Bendungan Sepaku Semoi yang membahas kesiapan personel, peralatan, serta strategi mencegah kebakaran meluas.

Dalam rapat tersebut, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar memaparkan bahwa hingga pekan ini kepolisian telah menangani 47 laporan informasi terkait karhutla dan menetapkan 19 orang sebagai tersangka.

Total luas lahan yang berkaitan dengan perkara tersebut mencapai 2.263 hektare.

Menurut Endar, hasil penyelidikan dan penyidikan menunjukkan motif karhutla didominasi aktivitas pembukaan lahan serta faktor kelalaian atau ketidaksengajaan.

Ia mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak menggunakan cara membakar untuk membuka lahan.

"Saya mengimbau seluruh pihak dalam pembukaan lahan, tidak ada lagi menggunakan metode pembakaran. Alhamdulillah sampai sejauh ini situasi masih dalam pengelolaan yang bisa kita kendalikan. Semoga tidak menjadi lebih parah," kata Endar.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.