Cegah Gagal Panen, BWS Sumatera VI Alirkan Air ke Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Sarolangun Jambi
Selasa, 25 Agu 2026, 13:00 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BWS Sumatera VI Jambi melakukan intervensi cepat untuk menyelamatkan lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Pada Minggu (23/8), Kementerian PU mengoperasikan 1 unit pompa irigasi untuk menyalurkan air dari Sungai Batang Asai ke areal persawahan. Layanan pemompaan mencakup sekitar 5,10 hektare lahan dan langsung dirasakan manfaatnya oleh 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani setempat.
Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi Ferdinanto mengatakan langkah ini dilakukan untuk melindungi lahan pertanian dan menjaga produktivitas petani di tengah kekeringan.Â
âKami mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat. Melalui pemompaan dari Sungai Batang Asai, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat ditekan,â ujarnya.
Hasil inspeksi lapangan menunjukkan debit air Sungai Batang Asai masih mencukupi. Jarak sumber air ke lahan sekitar 250 meter. Dalam pelaksanaan, BWS Sumatera VI menggunakan 1 set selang hisap dan 1 set selang buang. Selama proses berlangsung tidak ditemukan kendala signifikan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan ketersediaan air adalah fondasi penting pembangunan, terutama sektor pertanian.Â
âLayanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,â kata Menteri Dody.
Langkah Jangka Menengah - Panjang
Selain penanganan darurat, BWS Sumatera VI menyiapkan solusi berkelanjutan. Salah satunya mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif dengan sistem perpompaan.Â
Hal ini penting karena kawasan persawahan Desa Muara Limun masih sangat bergantung pada air hujan. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas PU Kabupaten Sarolangun.
Untuk menjaga keberlanjutan layanan, BWS juga akan mengatur jadwal operasional pompa agar pemanfaatan air optimal sesuai kebutuhan tanaman dan petani.
Melalui langkah cepat ini, Kementerian PU berupaya memperkuat ketahanan air sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian menjadi bagian penting agar petani tetap dapat berproduksi dan mencegah gagal panen akibat kekeringan.
- Jambi
- dampak El Nino
- Kementerian PU
- Fenomena Kemarau
- Darurat Kekeringan
- Kekeringan Sawah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Dinas Tanaman Pangan Kalbar: Dampak El Nino Sebabkan Satu Musim Tanam Padi Hilang
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.