Era Messi Bersama Argentina Berakhir, Sang Maestro Bersiap Mengucapkan Selamat Tinggal
Rabu, 07 Okt 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: FIFA
BUENOS AIRES – Lionel Messi akan mengenakan seragam biru-putih Argentina untuk terakhir kalinya, Rabu (7/10). Sang megabintang bersiap menjalani malam perpisahan emosional di hadapan puluhan ribu pendukung di stadion yang namanya seolah menggambarkan besarnya warisan sang legenda: Monumental.
Sekitar 85.000 suporter Argentina diperkirakan memenuhi Estadio Monumental, Buenos Aires, untuk menyaksikan aksi terakhir pemain berusia 39 tahun itu bersama tim nasional. Laga persahabatan melawan Benin sekaligus menjadi penutup perjalanan 21 tahun Messi di panggung internasional.
Jutaan penggemar lainnya akan menyaksikan pertandingan tersebut melalui layar televisi dari berbagai penjuru dunia.
Messi merupakan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional Argentina. Keputusan mengakhiri karier internasional diambilnya sekitar dua setengah bulan setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia.
"Saya sudah memberikan segalanya. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan. Selain itu, ada pemain-pemain muda hebat yang sedang bermunculan dan pantas mendapatkan kesempatan," tulis Messi ketika mengumumkan pensiun dari timnas pada Agustus lalu.
Pada Senin, Messi menjalani sesi latihan terakhirnya bersama Argentina di kompleks latihan tim nasional di Ezeiza, Buenos Aires, yang juga menggunakan namanya.
"Anda tidak bisa meminta lebih dari ini. Sudah selesai," ujar Nahuel Nieva, seorang pekerja ritel yang sengaja mengambil cuti untuk menyaksikan langsung idolanya berlatih.
Argentina menyiapkan perpisahan istimewa untuk pemain yang dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.
Sejumlah pemain yang bersama Messi mencapai puncak kejayaan ketika menjuarai Piala Dunia 2022 akan tampil dalam pertandingan tersebut. Mereka juga diproyeksikan menjadi bagian penting dari era baru Argentina setelah Messi.
Nama-nama seperti bek Cristian "Cuti" Romero, gelandang Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez, serta penyerang Julian Alvarez dan Lautaro Martinez akan berada di lapangan.
Setelah pertandingan, ban kapten Argentina akan diwariskan kepada Romero.
Pelatih Lionel Scaloni menyadari besarnya kekosongan yang akan ditinggalkan Messi. Ia berjanji berusaha mengisi "ruang kosong" yang ditinggalkan sang kapten ikonik, meski tanda-tanda positif dari generasi baru mulai terlihat.
Sejumlah pemain muda bahkan belum lahir ketika Messi menjalani debut bersama Argentina pada 2005.
Dalam dua pertandingan terakhir tanpa Messi, Argentina menunjukkan bahwa mereka mulai memiliki kehidupan baru. Mereka menghancurkan Bolivia 4-0 dalam laga persahabatan di Cordoba sebelum kembali tampil impresif menghadapi Burkina Faso di Monumental.
Argentina menang telak 7-0 atas Burkina Faso. Dua talenta muda, Franco Mastantuono dan Gianluca Prestianni, bahkan mencetak gol internasional pertama mereka dalam pertandingan tersebut.
Hasil itu membantu menghapus sebagian kekecewaan setelah kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia. Dalam pertandingan tersebut, Argentina dan Messi yang terlihat kelelahan harus mengakui keunggulan Spanyol. Sejumlah pemain Argentina juga mendapat hukuman larangan bermain dan denda setelah terlibat aksi keras.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!