Kain Tenun Bima Diperkenalkan ke Wisatawan Peserta Sail to Indonesia
📅 Senin, 14 Sep 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis“Tenunan khas Bima tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendekatan kreatif ini akan memperluas fungsi tenunan sekaligus menjaga kelestariannya di tengah masyarakat.
Dukungan senada disampaikan Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin.
“Ini merupakan panggung kreativitas, panggung budaya, dan panggung seni bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya,” tutur Rahman. Melalui wadah ini, ia berharap hasil karya desainer lokal mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Kawasan Pantai Lawata tak hanya menjadi ruang pamer busana. Pada 12 September 2026, panggung berlanjut lewat kemeriahan Lawata Classic Dangdut Night yang meleburkan masyarakat lokal dan para peserta Sail to Indonesia dalam irama musik daerah.
Di sekitarnya, etalase bazar UMKM turut riuh menawarkan produk-produk lokal kepada wisatawan.
Bagi Rubiah, salah seorang perajin UMKM, momen ini membawakan harapan baru. "Saya sangat senang ada kunjungan wisatawan mancanegara sehingga produk lokal bisa lebih dikenal. Harapannya event seperti ini terus tumbuh dan makin sering digelar," tuturnya.
Perjalanan para wisman yang berasal dari Swedia, Inggris, hingga Selandia Baru ini diisi dengan menjelajahi jejak sejarah dan budaya Bima. Mereka menjadwalkan kunjungan ke Car Free Day Amahami, Istana Bima, sentra kriya Kelurahan Ntobo, Kompleks Makam Raja Dana Traha, hingga lanskap tradisional Uma Lengge di Wawo.
Tahun ini, Sail to Indonesia Yacht Rally menetapkan 16 titik persinggahan. Kota Bima yang pernah menjadi tuan rumah serupa pada 2007, kembali terpilih berkat kesiapannya menyambut turis mancanegara, sementara beberapa daerah lain seperti Buton, Selayar, dan Kolaka belum dapat disinggahi tahun ini.
Pelayaran yang menghubungkan Labuan Bajo, Kota Bima, hingga Kabupaten Sumbawa ini menegaskan posisi Pulau Sumbawa sebagai jembatan wisata bahari menuju Mandalika.
Di Pantai Lawata, potensi itu diwujudkan lewat langkah-langkah anggun para peraga busana. Dari jemari penenun lokal, keanggunan tenun Bima bergerak mengetuk mata dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!