Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AI Dilatih dengan Data NASA, Swiss Kembangkan Prakiraan Bencana Lebih Cepat untuk Selamatkan Nyawa

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 15:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI Dilatih dengan Data NASA, Swiss Kembangkan Prakiraan Bencana Lebih Cepat untuk Selamatkan Nyawa Doc: AFP
Ket. Prakiraan iklim dan cuaca supercepat berpotensi memungkinkan deteksi dini bencana seperti banjir dahsyat di Nepal.

Lugano, Swiss - Revolusi dalam prakiraan bencana alam sedang berlangsung. Para peneliti di Swiss melatih model kecerdasan buatan (AI) menggunakan kumpulan besar data iklim NASA untuk menghasilkan informasi yang berpotensi menyelamatkan nyawa dalam waktu sangat cepat.

Para peneliti memasukkan data NASA ke salah satu superkomputer terkuat di dunia untuk membantu AI mempercepat dan memperluas prakiraan cuaca serta iklim, sekaligus menemukan pola yang mungkin tidak terdeteksi oleh manusia.

Model AI kini semakin banyak digunakan dalam prakiraan cuaca dan iklim serta deteksi dini bahaya alam. Selain menawarkan kecepatan, teknologi tersebut berpotensi menemukan pola yang sebelumnya tidak terlihat dalam data satelit dan sumber lainnya.

Hal itu dapat membantu memberikan peringatan lebih awal terhadap bencana seperti banjir dahsyat di Nepal yang bulan lalu menyebabkan ribuan orang tewas atau hilang.

Namun, pelatihan model AI tersebut membutuhkan data iklim dan observasi bumi berkualitas tinggi dalam jumlah sangat besar serta daya komputasi yang besar.

Peneliti Institut Teknologi Federal Swiss di Zurich (ETH Zurich) mengatakan mereka kini memiliki keduanya setelah menyalin sekitar 100 petabyte data NASA yang tersedia untuk publik ke server yang berada di dekat superkomputer Alps di Lugano.

"Ini merupakan peluang ilmiah yang sangat besar," kata Thomas Schulthess, profesor fisika komputasi ETH sekaligus Kepala Swiss National Supercomputing Centre (CSCS) di Lugano.

Schulthess mengatakan dirinya sangat antusias karena seluruh data iklim NASA kini dapat terhubung langsung dengan superkomputer tersebut.

"Ini benar-benar memungkinkan para ilmuwan melakukan hal-hal yang sebelumnya bahkan tidak pernah kami bayangkan," ujarnya.

Data Menjadi Kunci

Diperlukan waktu sekitar satu tahun untuk menyalin sekitar enam miliar berkas NASA ke server yang terhubung dengan superkomputer, kata Reto Knutti, profesor fisika iklim yang memimpin Center for Climate Systems Modeling (C2SM) ETH Zurich.

Volume data tersebut setara dengan sekitar 20 juta film berdurasi panjang atau sekitar satu juta kali kapasitas penyimpanan komputer pada umumnya.

Kini, para peneliti menggunakan kumpulan data tersebut untuk mengembangkan model AI yang dapat mempercepat dan memperluas prakiraan cuaca serta iklim.

"Data pada dasarnya adalah segalanya," kata Knutti.

"Langkah berikutnya adalah memahami data tersebut."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pergelaran wayang kulit dalang perempuan

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pergelaran wayang kulit dal...

Pemugaran Rumah Raden Saleh di Cikini

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pemugaran Rumah Raden Saleh...

Indeks keyakinan konsumen Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Indeks keyakinan konsumen A...
Daerah
Banjir di Kota Medan berdam...
Megapolitan
Pemprov DKI Jadikan Perpust...
Ekonomi
Kobexindo Gelar Kobexindo T...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.