Sejumlah Bandara Masih Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif
Senin, 07 Sep 2026, 11:57 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas"Kami mengimbau kepada seluruh maskapai baik luar maupun dalam negeri untuk mennggunakan bandara-bandara alternatif yang sudah disiapkan, seperti Kertajati, Ahmad Yani, Juanda, YIA, Adisutjipto, dan Adi Soemarmo. Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang,baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," sebut Dudy.
Penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai. Kemenhub terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.
Kemenhub mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara untuk memastikan status penerbangannya kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang yang terdampak penutupan bandara juga diimbau untuk mengikuti arahan dan kebijakan maskapai terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” kata Menhub Dudy.
Kemenhub juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi penerbangan melalui kanal informasi resmi Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta informasi resmi dari masing-masing maskapai. Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.
Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi penerbangan serta memperbarui informasi sesuai perkembangan terbaru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas sekaligus menjaga konektivitas transportasi udara bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!