Kriyanusa 2026 Dorong Batik dan Bordir Probolinggo Mendunia
📅 Minggu, 27 Sep 2026, 12:30 WIB | Oleh: SujarPROBOLINGGO, JAWA TIMUR -- Pameran kerajinan Kriyanusa 2026 dengan tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" mendorong batik dan bordir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendunia.
"Kami mendorong para perajin batik dan bordir daerah untuk terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang mampu mendunia lewat kegiatan Kriyanusa," kata Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari dalam keterangannya di Probolinggo, Minggu.
Pembukaan Kriyanusa Pameran Kerajinan Nusantara 2026 dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Ananda Putri di Panggung Utama Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Kompleks Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (26/9).
Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta itu menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta yang berasal dari berbagai unsur, antara lain Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, dan berbagai kalangan masyarakat, termasuk pengusaha UMKM Indonesia.
"Kriyanusa tidak sekadar menjadi pameran kerajinan, namun ajang tersebut juga menjadi ruang bagi para perajin dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkenalkan karya, menunjukkan kreativitas, sekaligus membangun semangat dalam mengembangkan kerajinan Nusantara," tutur Ning Marisa.
Menurut dia, kehadiran berbagai produk kerajinan dari sejumlah daerah dalam Kriyanusa memperlihatkan besarnya kekayaan budaya dan kreativitas yang dimiliki Indonesia.
"Beragam karya tersebut lahir dari keterampilan para perajin yang mempertahankan nilai budaya melalui produk kerajinan. Pameran di seluruh Indonesia ada di sini, berbagai kerajinan tangan ada di sini, betapa indahnya dan betapa kayanya Indonesia,” katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi para perajin untuk terus melihat perkembangan kerajinan sekaligus memperluas wawasan dan kreativitas karena kerajinan tidak hanya dinilai dari sisi keindahan produk, tetapi juga memiliki cerita, budaya, tradisi dan kreativitas yang melekat di dalamnya.
Ning Marisa memberikan semangat kepada para perajin Kabupaten Probolinggo, termasuk perajin batik dan bordir agar tidak berhenti berkarya serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki karena semangat pengembangan kerajinan tersebut sejalan dengan tema Kriyanusa 2026, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.
"Tema tersebut menekankan pentingnya keberlanjutan karya sekaligus membuka ruang agar produk kerajinan Nusantara dapat berkembang dan dikenal lebih luas," katanya.
Bagi para perajin daerah, lanjut dia, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi kerajinan tradisional di tengah perubahan zaman karena tradisi tetap dipertahankan, sementara kreativitas terus dikembangkan agar menghasilkan karya yang memiliki karakter
"Kriyanusa menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para perajin untuk memperlihatkan karya sekaligus memperkuat semangat menjaga kerajinan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!