Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pajak Rp4,2 Miliar Belum Dibayar, Ada Apa dengan Korporasi di Nagan Raya Ini?

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 07:51 WIB | Oleh:
Pajak Rp4,2 Miliar Belum Dibayar, Ada Apa dengan Korporasi di Nagan Raya Ini? Doc: Antara foto
Ket. Plt Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Nagan Raya, Kausar Rozi.

NAGAN RAYA - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh menyebutkan sejumlah korporasi tambang batu bara dan sebuah PLTU yang beroperasi di daerah ini diduga menunggak kewajiban pajak makan minum atau PB1 yang mencapai Rp4,2 miliar.

“Ada tiga perusahaan yang menjadi sorotan utama, yakni PT TB, PT BE, serta PT MP yang mengelola sebuah PLTU di Nagan Raya,” kata Plt Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Nagan Raya Kausar Rozi kepada ANTARA, di Meulaboh, Sabtu.

Ia menjelaskan, sejak Januari sampai awal September saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut belum menyampaikan laporan penyediaan bahan makan-minum. 

“Padahal, potensi pajak yang belum dibayarkan ini cukup besar," ujar nya.

Berdasarkan kalkulasi dan estimasi BPKD Nagan Raya, potensi pajak makan-minum yang mengendap dari perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Diantaranya PT TB dan PT BE sekitar Rp3 miliar per tahun dan PT MP dengan potensi pajak sekitar Rp1,2 miliar per tahun.

Ia juga mengakui sejak Januari 2026 lalu, beberapa perusahaan tersebut juga belum menyampaikan laporan retribusi maupun penyediaan bahan makanan.

Kausar Rozi mengatakan pihaknya juga mengeluhkan kurangnya sikap kooperatif dari sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut terkait kewajiban pajak makan dan minum (PB1).

Meski Pemkab Nagan Raya telah menyurati perusahaan-perusahaan tersebut, baik melalui Surat Bupati Nagan Raya maupun surat kepala dinas, hingga kini belum ada iktikad baik atau respons resmi dari manajemen perusahaan terkait penyampaian data kontrak bahan makanan.

"Kami sudah mencoba memanggil dan sekitar tiga bulan lalu sempat duduk bersama untuk menyosialisasikan kewajiban ini. Namun sampai hari ini, belum ada respons terkait permintaan data kontrak bahan makanan yang menjadi objek PB1. Bisa dikatakan mereka belum kooperatif," tegasnya.

Kausar menjelaskan langkah tegas ini diambil Pemkab Nagan Raya dalam rangka menjalankan amanat Bupati Teuku Raja Keumangan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026. 

BPKD bersama Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) dan DPRD Nagan Raya telah merancang target PAD sekitar Rp150 miliar untuk tahun ini.

Sektor pajak makan dan minum (PB1) dari perusahaan-perusahaan skala besar menjadi salah satu objek pajak potensial yang diandalkan untuk menutupi target tersebut. 

Pemerintah daerah berharap para pelaku usaha dapat segera memenuhi kewajiban perpajakan nya demi mendukung pembangunan di Kabupaten Nagan Raya, demikian Kausar Rozi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.