Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Nutrisi Anak Usia Sekolah di Tengah Preferensi Rasa yang Makin Selektif

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 00:45 WIB | Oleh:
Menjaga Nutrisi Anak Usia Sekolah di Tengah Preferensi Rasa yang Makin Selektif Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi minuman cokelat dengan tambahan DHA. Anak usia sekolah mulai memiliki preferensi rasa yang kuat. Simak tantangan ibu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak, termasuk DHA, tanpa mengabaikan selera mereka.

JAKARTA — Memasuki usia sekolah dasar, anak mulai menghadapi berbagai aktivitas yang menuntut kemampuan berkonsentrasi dan menangkap informasi. Pada rentang usia 7 hingga 12 tahun, rutinitas belajar di sekolah, kegiatan akademis maupun non-akademis, serta aktivitas sehari-hari membuat kebutuhan nutrisi anak menjadi salah satu perhatian penting bagi orang tua.

Persoalannya, pada fase tersebut anak juga mulai memiliki preferensi yang lebih kuat terhadap makanan dan minuman. Tidak sedikit anak yang mulai menolak jenis makanan atau minuman tertentu karena rasa, tekstur, maupun aroma yang tidak sesuai dengan selera mereka.

Kondisi ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi ibu. Di satu sisi, orang tua perlu memastikan asupan nutrisi anak tetap terpenuhi. Di sisi lain, pilihan yang diberikan harus cukup menarik agar anak bersedia mengonsumsinya tanpa harus melalui proses membujuk atau berdebat setiap hari.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa preferensi rasa memang dapat memengaruhi penerimaan anak terhadap minuman bernutrisi. Penelitian Universitas Gadjah Mada pada 2015 terhadap siswa SD dan SMP di Purbalingga, misalnya, menemukan kecenderungan penolakan terhadap susu plain. Penolakan tersebut tercatat pada 53 persen siswa SD dan 39,5 persen siswa SMP yang menjadi bagian penelitian.

Sementara itu, penelitian Universitas Negeri Surabaya pada 2016 menunjukkan bahwa rasa cokelat menjadi salah satu varian yang paling disukai siswa sekolah dasar yang diteliti. Sebanyak 52,7 persen responden memilih rasa cokelat sebagai varian favorit.

Preferensi tersebut kemudian menjadi tantangan ketika orang tua ingin menghadirkan minuman yang bukan hanya disukai anak, melainkan juga memiliki kandungan nutrisi yang mendukung kebutuhan mereka.

DHA dan Kebutuhan Nutrisi Otak Anak

Salah satu nutrisi yang kerap dikaitkan dengan perkembangan otak adalah docosahexaenoic acid (DHA), yakni asam lemak omega-3 yang merupakan salah satu komponen penting dalam jaringan otak dan retina.

Kecukupan asupan DHA menjadi perhatian karena masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam perkembangan fungsi tubuh, termasuk sistem saraf. Nutrisi yang seimbang secara keseluruhan diperlukan untuk mendukung berbagai fungsi tubuh dan aktivitas belajar anak.

Namun, pemenuhan asupan DHA dan EPA masih menjadi tantangan. Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menyebutkan bahwa delapan dari 10 anak Indonesia berusia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah standar minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap pola makan anak, terutama dalam memastikan mereka memperoleh beragam sumber nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Bagi orang tua, tantangannya bukan semata-mata memilih makanan yang bergizi, melainkan juga mencari cara agar makanan tersebut dapat diterima anak. Preferensi rasa yang semakin kuat pada usia sekolah membuat aspek rasa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan konsumsi anak.

Hadirkan Minuman Cokelat dengan Tambahan DHA

Melihat kebutuhan tersebut, PT Mayora Indah Tbk melalui merek Champion memperkenalkan minuman cokelat yang diperkaya DHA. Produk tersebut ditujukan untuk anak usia 7–12 tahun dan diposisikan sebagai salah satu pilihan minuman yang memadukan rasa cokelat dengan tambahan nutrisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.