Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polandia Larang Ponsel di Sekolah, Eropa Makin Ketat Batasi Akses Digital Anak

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Aturan tersebut mengatur pembuatan akun anak pada platform digital berdasarkan kelompok usia, yakni anak di bawah 13 tahun, usia 13 tahun hingga sebelum 16 tahun, serta usia 16 tahun hingga sebelum 18 tahun.

Pengaturan tersebut juga mencakup persyaratan persetujuan dan pengawasan orang tua yang disesuaikan dengan tingkat risiko platform digital yang diakses anak.

Langkah serupa kemudian mulai menjadi perhatian di kawasan Eropa. Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa tengah menyiapkan regulasi terkait pemanfaatan platform digital oleh anak di bawah umur, mulai dari pembatasan usia hingga kewajiban verifikasi umur pengguna.

Melansir laporan Euro News pada akhir Desember 2025, Parlemen Eropa pada November 2025 mengusulkan resolusi tidak mengikat untuk menetapkan batas usia minimum 16 tahun di seluruh negara anggota Uni Eropa bagi pengguna media sosial, platform berbagi video, dan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan.

Anak berusia 13 hingga 16 tahun masih dapat mengakses platform digital dengan persetujuan orang tua.

Para pemimpin negara-negara Eropa juga semakin banyak menyerukan pembatasan akses media sosial bagi anak sebagai bagian dari upaya melindungi generasi muda dari potensi dampak negatif platform digital.

Dengan kebijakan tersebut, perdebatan mengenai penggunaan teknologi oleh anak-anak kini tidak lagi sebatas persoalan pendidikan dan pengawasan orang tua. Pemerintah di berbagai negara mulai menempatkan keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan digital anak sebagai bagian dari kebijakan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.