Sembilan Inovasi Iklim Melaju ke Final CIIC 2026, Ada Hadiah Rp15 Miliar
Selasa, 01 Sep 2026, 19:43 WIB | Oleh: Haryo BronoTeknologi tersebut diklaim menggunakan energi 80 persen lebih rendah, menghasilkan emisi karbon dioksida 80 persen lebih rendah, serta menggunakan air 99 persen lebih sedikit dibandingkan proses konvensional, dengan harga yang disebut setara produk konvensional.
Dari Korea Selatan, Naysor mengembangkan teknologi untuk mengubah limbah kelapa sawit menjadi bahan bakar yang lebih bersih. Solusi tersebut diklaim mampu menghasilkan bahan bakar dengan kandungan klorin 99 persen lebih rendah serta efisiensi energi tiga kali lebih tinggi.
Sementara Planet Carbon dari Indonesia mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar untuk kebutuhan carbon removal. Teknologi tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan hasil panen hingga 23 persen, mengurangi penggunaan pupuk, dan meningkatkan pendapatan petani kecil.
Dorong Inovasi dari Tahap Pengembangan hingga Komersialisasi
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, mengatakan sembilan finalis menunjukkan beragam pendekatan dalam menjawab tantangan iklim. “Para peserta tahun ini menghadirkan beragam inovasi untuk menjawab berbagai tantangan penting di bidang energi, pangan dan alam, serta ekonomi sirkular,” kata Avina.
Menurut dia, CIIC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi inovator untuk mendapatkan eksposur, membangun koneksi dengan pemangku kepentingan, dan mengembangkan solusi mereka lebih lanjut.
Dukungan juga datang dari Tencent. Vice President of Sustainable Social Value Tencent, Hao Xu, mengatakan inovasi para finalis menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melindungi ekosistem sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat.
“Berlandaskan nilai Tech for Good, Tencent dengan senang hati mendukung para inovator ini dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan dan memperluas solusi praktis yang menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita,” ujar Hao.
Dalam beberapa bulan ke depan, para finalis akan mengikuti rangkaian mentoring bersama para pemimpin ekosistem. Materi pendampingan mencakup pengembangan kemitraan strategis, penyusunan strategi go-to-market, komersialisasi, hingga peningkatan kemampuan presentasi.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu para finalis tidak hanya memperkuat aspek teknologi, tetapi juga mempersiapkan solusi agar dapat diterapkan secara lebih luas.
Grand Finale Digelar Oktober
Tahap penentuan pemenang akan berlangsung dalam Grand Finale Climate Impact Innovations Challenge 2026 pada 6 Oktober 2026 di Jakarta. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026. Pada kesempatan tersebut, sembilan finalis akan mempresentasikan solusi mereka di hadapan juri dan pemangku kepentingan ekosistem keberlanjutan.
Total hadiah Rp15 miliar diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut bagi pengembangan dan uji coba solusi para finalis di Indonesia. Dengan semakin beragamnya inovasi yang masuk dalam kompetisi, CIIC 2026 menempatkan teknologi sebagai salah satu instrumen untuk menjawab tantangan perubahan iklim, sekaligus membuka peluang bagi solusi yang dikembangkan inovator untuk diterapkan pada skala yang lebih luas.
Selain hadiah dan pendampingan, peluang kredit karbon pra-pembelian senilai US$1 juta menjadi salah satu bentuk dukungan untuk mendorong solusi iklim dari tahap inovasi menuju penerapan nyata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!