Trump Klaim Kesepakatan Dagang dengan Kanada Tinggal Selangkah Lagi
Selasa, 03 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/Brendan SMIALOWSKI
WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Kanada sudah "sangat dekat" setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney. Namun, kedua negara masih perlu merundingkan sejumlah ketentuan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
"Kami memiliki konsep kesepakatan yang sangat baik dengan Kanada," kata Trump kepada wartawan pada Minggu (1/11), seraya mengulangi klaimnya bahwa AS telah "merugi selama bertahun-tahun" dalam perdagangan dengan negara tetangganya di utara.
Trump mengatakan konsep kesepakatan tersebut akan menguntungkan petani dan perekonomian AS, sekaligus memberikan manfaat bagi Kanada.
"Saya berbicara dengan perdana menteri beberapa hari yang lalu. Saya berbicara dengannya lagi kemarin, dan kami memiliki konsep kesepakatan yang akan sangat baik bagi petani kami, sangat baik bagi negara kami, dan akan baik untuk Kanada," ujarnya.
Sementara itu, Carney mengatakan telah melakukan "percakapan yang baik" dengan Trump mengenai hubungan perdagangan kedua negara. Dalam unggahan di media sosial pada 1 November, dia menyebut pembicaraan tersebut berlandaskan "diskusi konstruktif baru-baru ini" mengenai garis besar kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan.
"Tim kami akan bekerja dalam beberapa minggu mendatang untuk mewujudkan hasil tersebut," kata Carney.
Dia mengatakan kesepakatan yang diupayakan harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterjangkauan bagi keluarga, serta sepenuhnya menghormati bahasa, budaya, dan kedaulatan Kanada.
Pernyataan optimistis kedua pemimpin itu menjadi perkembangan positif setelah perundingan perdagangan tingkat tinggi kedua negara gagal pada Agustus. Kegagalan tersebut dipicu sejumlah perselisihan, termasuk mengenai usulan perluasan keringanan tarif AS untuk kendaraan menengah dan berat yang diinginkan Kanada.
Perselisihan juga muncul terkait tuduhan Kanada bahwa AS berupaya membatasi penggunaan bahasa Prancis, salah satu bahasa resmi negara itu, melalui aturan yang berkaitan dengan program berbahasa Prancis. Washington membantah persoalan tersebut pernah menjadi isu utama dalam perundingan.
Kegagalan pembicaraan pada Agustus diikuti pemberlakuan sejumlah bea masuk baru oleh Trump. Tarif tersebut berdampak pada barang senilai sekitar 20 miliar dollar AS, mulai dari tongkat hoki hingga semen. Kanada kemudian mengenakan bea masuk terhadap produk-produk AS dengan nilai setara, yang dibalas Washington melalui putaran tarif lain hingga 50 persen untuk barang tertentu.
Sebagian tarif tersebut kemudian dicabut menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Persoalan keterjangkauan harga juga menjadi perhatian pemilih karena kebijakan tarif Trump dinilai turut memicu tekanan inflasi di AS.
Perluas Dagang
Di tengah ketegangan perdagangan tersebut, Carney berupaya mengurangi ketergantungan Kanada pada pasar AS dengan memperluas hubungan dagang bersama mitra lain. Pekan lalu, dia menjamu pejabat tinggi Uni Eropa di Montreal sebagai bagian dari upaya memperdalam kerja sama ekonomi.
Pada Jumat lalu, Kanada dan Uni Eropa juga mengumumkan aliansi yang akan menjadikan Ottawa sebagai "anggota asosiasi" pertama blok tersebut, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan di internal Uni Eropa mengenai penggunaan istilah itu.
Dalam wawancara dengan Politico pekan lalu, Carney mengatakan Kanada tidak akan terburu-buru menyepakati perjanjian perdagangan dengan AS apabila persyaratannya tidak menguntungkan negaranya. Dia juga mengisyaratkan hasil pemilihan paruh waktu AS tidak akan banyak mengubah kebijakan perdagangan Trump.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!