Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Catat Rekor 14.000 Kematian Akibat Gelombang Panas, Eropa Makin Terpanggang

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 06:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Rumah Sakit dan Panti Jompo Terdampak

Mantan Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mendukung tuntutan tersebut pada 20 Agustus. Ia menilai pemerintah daerah membutuhkan dukungan finansial untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Perlindungan panas yang efektif membutuhkan banyak biaya. Banyak pemerintah daerah terlilit utang dan tidak mampu membiayai sendiri langkah-langkah yang diperlukan,” kata Lauterbach kepada harian Rheinische Post.

Awal bulan ini, Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah Jerman menyatakan rumah sakit dan panti jompo membutuhkan dana miliaran euro untuk beradaptasi dengan suhu ekstrem. Banyak fasilitas tersebut belum dilengkapi pendingin udara.

“Rumah sakit membutuhkan pendingin udara, bukan hanya untuk pasien tetapi juga bagi staf,” kata Presiden asosiasi tersebut, Ralph Spiegler.

Ia memperkirakan kebutuhan investasi untuk fasilitas kesehatan mencapai sedikitnya 20 miliar euro atau hampir 30 miliar dolar Singapura.

Menurut Spiegler, kondisi panti jompo dan fasilitas perawatan juga perlu menjadi perhatian khusus agar bangunan dan fasilitasnya dapat disesuaikan dengan perubahan iklim.

Lauterbach, yang memiliki gelar doktor di bidang ilmu kedokteran, memperkirakan jumlah sebenarnya kematian akibat panas tahun ini mungkin lebih tinggi dibandingkan data resmi.

“Robert Koch Institute menggunakan metodologi yang cukup konservatif. Ini berarti jumlah kematian terkait panas kemungkinan diremehkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan kematian akibat panas memang sulit dicatat secara langsung karena hanya sedikit orang yang meninggal akibat sengatan panas klasik.

“Sebagian besar kematian terjadi dalam kombinasi dengan kondisi lain,” katanya.

Menurut Lauterbach, tekanan panas yang tinggi, misalnya, dapat berkontribusi terhadap terjadinya stroke pada seseorang yang sebelumnya mengalami fibrilasi atrium. Secara formal, penyebab kematian orang tersebut mungkin tercatat sebagai stroke, meskipun tanpa paparan panas kondisi tersebut belum tentu terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bikin Bangga! Pemuda Indone...
Nasional
Tim SAR Perpanjang Pencaria...
Ekonomi
Nelayan Menghentikan Aktivi...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.