Kate Douglass Rebut Rekor Dunia Renang 50 m Gaya Bebas, Duel dengan Gretchen Walsh Memanas

Senin, 17 Agu 2026, 00:25 WIB

LOS ANGELES — Persaingan dua perenang Amerika Serikat, Kate Douglass dan Gretchen Walsh, kembali memanas. Douglass merebut kembali rekor dunia nomor 50 meter gaya bebas putri setelah mencatat waktu 23,49 detik pada babak penyisihan Pan Pacific Championships, Minggu (16/8).

Catatan tersebut memperbaiki rekor dunia 23,55 detik milik Walsh yang dibuat pada 28 Juni lalu dalam ajang Sette Colli Trophy di Roma, Italia.

Ket. Foto: Kate Douglass. — Sumber: Istimewa

Menariknya, Walsh sebelumnya juga merebut rekor tersebut dari Douglass. Pada 19 Juni, Douglass mencatat 23,59 detik dan menempatkan dirinya sebagai pemegang rekor dunia. Hanya sembilan hari kemudian, Walsh memperbaikinya menjadi 23,55 detik.

Kini, giliran Douglass memberikan jawabannya.

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mencatat waktu seperti itu,” kata Douglass kepada Swimming World. “Saya masih merasa ada beberapa hal yang bisa saya perbaiki.”

Catatan 23,49 detik sekaligus menunjukkan bahwa persaingan antara kedua perenang Amerika itu belum berakhir. Bahkan, final nomor 50 meter gaya bebas yang digelar pada Sabtu malam diperkirakan menjadi salah satu perlombaan paling menarik dalam rangkaian Pan Pacific Championships.

Penampilan luar biasa Douglass di nomor 50 meter gaya bebas terjadi hanya sekitar 12 jam setelah ia tampil impresif dalam nomor 100 meter gaya bebas.

Douglass menjadi perenang pertama Amerika Serikat dalam estafet 4x100 meter gaya bebas yang kemudian dimenangi tim AS. Ia mencatat waktu 51,69 detik.

Catatan tersebut hanya terpaut satu per seratus detik dari rekor dunia 100 meter gaya bebas yang dibuat perenang Belanda Marrit Steenbergen pada Juni lalu.

Kegagalan tipis tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi Douglass.

“Saya pikir nyaris memecahkan rekor dunia tadi malam sedikit memacu saya. Saya tahu saya ingin datang hari ini dan memecahkan rekor dunia, dan saya berhasil melakukannya pagi ini,” kata Douglass.

Ia juga merasa kondisinya lebih siap dibandingkan ketika pertama kali memecahkan rekor dunia.

“Saya lebih beristirahat dibandingkan saat memecahkan rekor dunia untuk pertama kali, dan saya benar-benar sangat bersemangat,” ujarnya.

Walsh, yang tampil pada heat terakhir setelah Douglass memecahkan rekor dunia, langsung memberikan sinyal bahwa persaingan belum selesai.

Ia mencatat waktu 23,78 detik dan menjadi perenang tercepat kedua pada babak penyisihan.

Walsh tentu memiliki motivasi besar untuk merebut kembali rekor yang baru saja direbut Douglass. Duel keduanya di final menjadi pertarungan yang paling dinantikan.

Perenang Australia Meg Harris juga berpotensi menjadi pengganggu. Harris mencatat waktu 24,22 detik, tercepat ketiga pada babak penyisihan. Ia sebelumnya menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Walsh dalam nomor 100 meter gaya bebas pada Kamis.

Dengan tiga perenang papan atas tersebut berada di final, persaingan 50 meter gaya bebas putri diperkirakan berlangsung sangat ketat.

Douglass belum selesai. Selain nomor 50 meter gaya bebas, ia juga dijadwalkan tampil pada nomor individu lainnya di malam terakhir kejuaraan empat hari tersebut.

Ia lolos ke final 200 meter gaya dada dengan catatan waktu tercepat kedua. Perenang Jepang Kotomi Kato menjadi yang tercepat dalam babak kualifikasi.

Douglass merupakan salah satu perenang paling serbabisa di dunia. Ia juga tercatat sebagai perenang tercepat kedua sepanjang masa dalam nomor 200 meter gaya dada.

Bagi Douglass, rangkaian penampilan di Pan Pacific Championships menjadi kesempatan untuk mempertegas dominasinya sekaligus menunjukkan bahwa rekor dunia 50 meter gaya bebas masih berada dalam jangkauannya.

Namun, sebelum memikirkan rekor berikutnya, perhatian Douglass kini tertuju pada satu hal: menghadapi Walsh dalam final.

Duel dua perenang Amerika itu bukan sekadar perebutan medali emas, tetapi juga pertarungan langsung untuk menentukan siapa yang berhak menyandang status perenang tercepat dunia di nomor 50 meter gaya bebas putri.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.