Jajak Pendapat Unggulkan Marine Le Pen

Senin, 13 Jul 2026, 02:40 WIB

PARIS – Marine Le Pen memperluas keunggulannya dalam jajak pendapat yang jadi preferensi pemilih menjelang pemilihan presiden Prancis April mendatang setelah hakim banding mengizinkannya untuk kembali mengikuti pemilihan untuk keempat kalinya dengan mempersingkat larangan sebelumnya terhadap pencalonannya.

Menurut jajak pendapat terhadap 1.503 orang dewasa yang dilakukan oleh Elabe untuk BFMTV dan surat kabar La Tribune Dimanche, kandidat dari partai sayap kanan National Rally itu mendapatkan dukungan antara 34 persen dan 35,5 persen suara pada putaran pertama jika pemilu tersebut berlangsung pada 12 Juli.

Ket. Foto: Marine Le Pen — Sumber: AFP/Christian Hartmann

Hasil itu berarti mengalami peningkatan tiga poin dari survei sebelumnya yang dilakukan pada bulan Maret.

Saingan terdekatnya adalah Edouard Philippe, mantan perdana menteri sentris di bawah Presiden Emmanuel Macron, yang diunggulkan hingga 19 persen dalam salah satu dari enam skenario yang diuji.

Pemimpin sayap kiri France Unbowed, Jean-Luc Melenchon, berada di urutan ketiga, kecuali jika mantan perdana menteri sentris saingannya, Gabriel Attal, juga ikut serta.

Menurut jajak pendapat daring yang dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Juli dengan margin kesalahan antara 1,4 dan 3,1 poin persentase, Le Pen akan mengalahkan ketiga kandidat tersebut di putaran kedua.

Pemilihan putaran kedua akan diadakan pada tanggal 2 Mei.

“Dia memimpin di antara para pensiunan dan di daerah perkotaan besar, dan bersaing ketat dengan Edouard Philippe di kalangan pekerja,” kata Bernard Sananes, kepala Elabe. “Apa yang dulunya merupakan kelemahannya kini sudah tidak lagi,” imbuh dia.

Le Pen mengumumkan pencalonannya pada awal Juli lalu setelah pengadilan banding Paris menguatkan vonisnya atas penggelapan dana Uni Eropa tetapi mengurangi larangan pencalonannya dalam pemilihan dari lima tahun menjadi 15 bulan dan batas waktu itu kini telah berakhir.

Dia juga dijatuhi hukuman penjara satu tahun yang menurut hakim tidak akan melibatkan penahanan di dalam sel, tetapi kemungkinan akan mengharuskannya mengenakan gelang elektronik selama sebagian masa hukumannya.

Le Pen mengatakan bahwa dia mengajukan banding ke pengadilan tertinggi negara dan telah meyakini bahwa dia akan berada dalam posisi untuk terpilih sebagai presiden. ST/Bloomberg/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.