Tertutup Asap Pekat & Masuk Zona Bahaya, 5 Wartawan Hilang di Krakatau Belum Ditemukan
Jumat, 11 Sep 2026, 00:25 WIBPANDEGLANG -Â Tim SAR gabungan masih terkendala kabut asap tebal dan status rawan bahaya radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dalam upaya pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).Â
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa pemantauan udara menggunakan drone di Pulau Sangiang maupun penyisiran langsung di Pulau Sertung belum dapat berjalan maksimal demi keselamatan tim di lapangan.
Amrad menegaskan, di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah sempat turun ke pulau-pulau sekitar gunung, tetapi pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum bisa dilakukan karena PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan karena memasuki radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.
Amrad menambahkan, Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka, tetapi belum menunjukkan hasil maksimal karena wilayah masih tertutup asap.
"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.
Ia menegaskan, Basarnas tetap mengacu pada informasi dari BMKG dan PVMBG terkait perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan untuk keselamatan proses pencarian.
"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tuturnya.
Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas tercatat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Kelima pewarta foto itu hilang kontak sejak Senin (7/9) saat sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
- gunung anak krakatau
- jurnalis hilang kontak
- sar banten
- pulau sertung
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Arsenal Atasi Manchester City 3-0, Rebut Trofi Community Shield
-
Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa
-
Hari Kedua, Basarnas Maksimalkan Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
-
Bantu Cari Jurnalis yang Hilang saat Liput Krakatau, Kemkomdigi Kuatkan Sinyal Telekomunikasi di Selat Sunda, Imbau Warga Tak Sebar Spekulasi
-
TNI AL Temukan "Life Jacket" di Selat Sunda, Masih Diidentifikasi dan Belum Dipastikan Milik Rombongan Jurnalis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.