Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Garuda Indonesia Mulai Bangkit, Pendapatan Naik 16 Persen dan Rugi Bersih Menyusut di Tengah Tekanan Avtur

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Garuda Indonesia Mulai Bangkit, Pendapatan Naik 16 Persen dan Rugi Bersih Menyusut di Tengah Tekanan Avtur Doc: Antara
Ket. Arsip Foto - Pesawat Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA dinilai mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah beban avtur global setelah perseroan mencatat pendapatan tumbuh 16 persen dan rugi bersih menyusut pada semester I 2026.

Berdasarkan data laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip di Jakarta, Kamis (1/10), Garuda Indonesia tercatat membukukan pendapatan 1,80 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang Januari-Juni 2026.

Angka itu naik 16,0 persen dari 1,55 miliar dolar AS pada semester I 2025. Rugi bersih perseroan menyusut 23,2 persen menjadi 113,0 juta dolar AS dari 147,1 juta dolar AS.

Kinerja itu tercatat di tengah kenaikan harga bahan bakar yang menekan industri penerbangan global sepanjang semester pertama 2026.

Konflik di Timur Tengah yang memanas sejak akhir Februari 2026 mengganggu pasokan energi global. Data International Air Transport Association (IATA) mencatat harga jet fuel pada puncaknya April 2026 naik sekitar 121 persen dibandingkan April 2025.

Sepanjang 2026 IATA memperkirakan harga rata-rata jet fuel mencapai 152 dolar AS per barel, hampir 70 persen lebih tinggi dari rata-rata 2025.

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) sekaligus pengamat penerbangan Alvin Lie menyebut periode Agustus hingga November 2026 sebagai masa-masa kritis bagi maskapai.

"Tekanan datang bersamaan dari harga bahan bakar, pelemahan rupiah, dan periode low season," kata Alvin dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Sementara itu pengamat penerbangan Gerry Soejatman menyebut avtur berkontribusi lebih dari separuh biaya maskapai, sementara 90 persen biaya penerbangan menggunakan mata uang asing sehingga menekan margin akibat kenaikan harga.

Diketahui, beban avtur Garuda pada semester I 2026 naik 43,6 persen menjadi 677,6 juta dolar AS. Pada kuartal II, kenaikannya mencapai 90 persen secara tahunan. Porsi avtur terhadap pendapatan naik menjadi sekitar 37,7 persen dari 30,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian EBIT perseroan naik 12,7 persen menjadi 74,0 juta dolar AS dari 65,7 juta dolar AS. EBITDA tumbuh 5,8 persen menjadi 431,6 juta dolar AS.

Laporan keuangan perseroan menunjukkan tiga faktor yang menopang kinerja tersebut, sejalan dengan program transformasi yang dijalankan Garuda.

Pertama, pertumbuhan pendapatan dari berbagai lini. Pendapatan penerbangan berjadwal naik 10,9 persen menjadi 1,31 miliar dolar AS. dengan pendapatan penumpang tumbuh 11,5 persen menjadi 1,23 miliar dolar AS.

Pendapatan penerbangan tidak berjadwal naik 32,5 persen menjadi 272,8 juta dolar AS, didorong angkutan haji sebesar 232,2 juta dolar AS atau naik 51,6 persen. Pendapatan dari bisnis perawatan pesawat (MRO) tumbuh 43,8 persen menjadi 87,4 juta dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.