Tingkatkan Efisiensi, Pengamat Nilai Insentif Diperlukan untuk Wujudkan Zero ODOL di 2027
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 04:15 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto"Untuk memangkas biaya mahal ada peran pemerintah memberikan subsidi angkutan feeder logistik atau subsidi menggunakan angkutan kereta api," katanya.
Ia menilai dukungan tersebut dapat membantu menekan biaya logistik nasional yang saat ini masih berkisar antara 14,2 persen hingga 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Deddy menegaskan kebijakan zero ODOL tidak hanya bertujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum membangun sistem logistik yang lebih efisien demi mendukung perekonomian nasional.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan upaya pemerintah dalam mewujudkan ODOL pada 2027 dilakukan dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor, pengawasan menyeluruh, serta penegakan hukum berbasis teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penanganan ODOL harus dilakukan dari hulu sampai hilir, mulai dari kepatuhan terhadap dimensi kendaraan, proses pemuatan barang, tanggung jawab perusahaan angkutan dan pemilik barang, pengawasan di jalan, hingga penegakan hukum," kata Menhub.
Dia menegaskan itu saat peluncuran sistem sistem Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE Hub) sebagai sistem modern dan terintegrasi dalam pengawasan dan penegakan hukum kendaraan angkutan barang.
Karena itu, Menhub mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi guna mewujudkan target kendaraan zero ODOL pada 2027.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!