Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 16:57 WIB | Oleh: Haryo BronoSeequent sendiri telah mendukung berbagai proyek di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Dalam periode tersebut, perusahaan terus memperluas hubungan dengan organisasi, mitra, universitas, dan komunitas profesi yang bergerak di sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur.
Mendukung Agenda Indonesia Emas 2045
Penguatan kemampuan memahami kondisi subsurface dinilai semakin relevan seiring dengan agenda pembangunan jangka panjang Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pengembangan sektor mineral, panas bumi, energi, dan infrastruktur membutuhkan data serta informasi bawah permukaan yang akurat. Informasi tersebut menjadi dasar dalam perencanaan, desain, pengelolaan risiko, hingga pelaksanaan proyek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi yang bergerak di sektor-sektor tersebut juga membutuhkan tenaga profesional dengan keahlian khusus serta teknologi yang mampu membantu tim proyek mengidentifikasi potensi risiko lebih awal.
Seequent menilai pendekatan berbasis data dan pemodelan dapat membantu memperkuat proses pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek. Sejumlah proyek yang menggunakan teknologi Seequent di Indonesia disebut telah menunjukkan dampak terhadap biaya, produktivitas, maupun waktu pengerjaan.
Pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi, misalnya, perangkat lunak Seequent diklaim mendukung penghematan biaya pengeboran hingga 8 juta dollar AS. Penggunaan teknologi tersebut juga disebut mampu mengurangi kebutuhan pengeboran hingga 80 persen dan meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 50 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pada proyek Unit 3 Lumut Balai milik Pertamina Geothermal Energy, pemodelan bawah permukaan multidisiplin disebut membantu menurunkan biaya pengeboran dari sekitar 9 juta dollar AS menjadi 7,5 juta dollar AS.
Dalam proyek Jalan Trans-Papua yang dikerjakan PT Hutama Karya, perangkat lunak Bentley dan Seequent juga disebut mendukung optimalisasi desain. Hasilnya, proyek diklaim memperoleh penghematan hingga 1 juta dollar AS sekaligus mempersingkat jadwal pengerjaan selama sekitar dua bulan.
Berbagai contoh tersebut memperlihatkan bagaimana pemahaman kondisi bawah permukaan dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi dan pengelolaan risiko dalam proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Perkuat Kapasitas Geosains
Selain membahas kebutuhan industri, Seequent Connect Indonesia 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang geosains dan teknik.
Seequent menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan mitra industri untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan serta perkembangan praktik industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!