Tiga Cakupan 'Smart City' Jakarta

Jumat, 21 Agu 2026, 03:20 WIB

JAKARTA – Jika mau mencapai smart city, Jakarta harus menerapkan setidaknya tiga siklus. Ketiganya adalah kesiapan organisasi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan integrasi data.

“Ini semua faktor penting demi pemanfaatan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap organisasi perangkat daerah,” jelas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta, Marulina Dewi.

Ket. Foto: Pengunjung melihat suasana kota dari atas bus wisata Open Top Tour of Jakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. — Sumber: ANTARA/Fauzan

Jadi, terpenting organisasi atau OPD-nya siap untuk membuat teknologi benar-benar berdampak dan menjadi bagian dari pelayanan publik,” ujar Marulina. Dia menyatakan ini dalam acara JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8).

Dia menegaskan, konsep smart city tidak diukur dari banyaknya teknologi atau aplikasi yang digunakan pemerintah, melainkan dari dampak yang dihasilkan. Menurutnya, teknologi harus mampu menjawab persoalan kota sekaligus membuat kehidupan warga menjadi lebih mudah.

“Smart city itu tentang pemanfaatan teknologi untuk membantu memecahkan masalah-masalah rakyat. Dia harus bisa menjawab seluruh persoalan kota dan membuat kehidupan lebih simpel, katanya.

Marulina menjelaskan, pembangunan smart city harus diawali dengan kepemimpinan yang memahami kebutuhan warga dan memiliki arah pembangunan yang jelas. Selanjutnya, teknologi berperan sebagai enabler untuk mendorong transformasi hingga menghasilkan dampak nyata bagi warga.

Di Jakarta, sambung Marulina, pemanfaatan teknologi antara lain melalui media monitoring dan social public listening. Ini untuk memantau berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Pemprov juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, Jakarta Smart Eye mengintegrasikan hampir 12.000 kamera CCTV untuk membantu memantau kondisi dan pergerakan kota. Sistem tersebut juga didukung akses Wi-Fi gratis di hampir 3.000 titik ruang publik.

Dari sisi pelayanan publik, aplikasi JAKI telah mengintegrasikan 101 aplikasi dan layanan pemerintah. JAKI juga memiliki fitur Cepat Respons Masyarakat (CRM) yang menerima 800 aduan warga setiap hari untuk diteruskan kepada OPD terkait.

Marulina menegaskan, seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, responsif, akuntabel, dan efisien guna meningkatkan partisipasi masyarakat. “Jakarta selalu siap untuk menjadi etalase bagi seluruh pemerintah daerah lainnya. Jakarta  juga siap berkolaborasi dengan Komdigi,” tandasnya.

Aman Digital

Sementara itu, Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Jakarta Barat, Kamis (20/8), menggelar kegiatan Sosialisasi Security Awareness.  Kegiatan ini bertajuk “Keluarga Aman Digital: Melindungi Ibu dan Anak dari Ancaman Siber.”

Kepala Seksi Aplikasi Siber dan Statistik (Astik) Suku Dinas Kominfotik Jakarta Barat, Nur Izzuddin, menyatakan, melalui kegiatan ini ingin mengajak warga meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman siber, khususnya yang menyasar ibu dan anak.

“Penggunaan teknologi dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan keluarga. Di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai ancaman siber yang dapat menyasar siapa saja, termasuk ibu dan anak,” ujarnya.

Nur menambahkan, peningkatan kesadaran keamanan siber penting untuk melindungi data pribadi, identitas digital, serta lingkungan keluarga dari berbagai bentuk kejahatan digital. Seorang Ahli Madya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Muhammad Ismu Hadi, yang hadir sebagai narasumber, mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam membagikan data pribadi di internet.

Dia mengimbau rakyat agar membagikan data hanya di website resmi. “Jangan bagikan data pribadi. Data kita bernilai. Kadi jangan sampai dimanfaatkan,” tukasnya.

Ismu juga mengingatkan, warga tidak sembarangan meng-klik tautan atau membuka konten yang sumbernya tidak jelas. Jangan juga memberikan akun dan password kepada orang lain karena dapat disalahgunakan. Wid/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Pelatih Carrick Bongkar Alasan Manchester United Tak Diuntungkan Hadapi Lawan Tim Promosi

Transfer Pemain yang Mengejutkan! Barcelona Resmi Datangkan Joao Cancelo dari Al Hilal

Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Diduga Ada Unsur Kesengajaan?

Rapat Bersama Mitra Kerja, Komisi V DPR Bahas Laporan LKPP Tahun Anggaran 2025

Kabar Baik! 1.800 KK di Sumur Batu Terima Bantuan Beras Tahap Kedua

Cegah Kebakaran Hutan Lindung Bangka Meluas, Manggala Agni Berjibaku di Lokasi

Jangan Sampai Punah! Dekranasda Malinau Dorong Pelestarian Budaya Lewat Membatik

OAP Papua Pegunungan Siap Naik Kelas! Pemprov Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif

Gara-gara Robert De Niro, Bintang Mission: Impossible Michelle Monaghan Kembali ke Indonesia untuk Bertemu Komodo

Langkah Nyata Lawan Narkoba, Gubernur Kalteng Dapat Penghargaan Kepala BNN RI

Narkoba Makin Mengancam, BNN Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perang Bersama

Penyelam Temukan Retakan Raksasa di Dasar Laut Flores Usai Gempa M7,7 - Terumbu Karang Rusak

Tangerang Dukung Alih Status Guru

OIKN Alokasikan Rp5,3 Triliun untuk Kawasan Legislatif-Yudikatif

Tiga Cakupan 'Smart City' Jakarta

Ternyata Mata bisa “Terbakar” Matahari, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!

Prioritaskan Angkat Guru PPPK Jadi PNS di Daerah 3T

Turis Swiss di Bali Dihukum 1 Tahun Penjara karena Posting Saat Langgar Aturan Keluar Hotel pada Hari Raya Nyepi

Masyarakat Diimbau Waspadai Bahaya Kabut Asap

Bukan Cuma Soal Makanan! IPAL Program MBG Disorot DPRD Sulbar, Ini Alasannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.