California Umumkan Darurat El Nino

Rabu, 23 Sep 2026, 02:30 WIB

LOS ANGELES — Gubernur California pada Senin (21/9) mengumumkan keadaan darurat karena pantai barat AS bersiap menghadapi El Nino yang diperkirakan akan merusak.

Para peramal cuaca mengatakan bahwa beberapa bulan mendatang El Nino dapat membawa badai dahsyat dan merusak ke wilayah tersebut dengan ancaman pasang surut yang lebih tinggi dari biasanya yang dapat memicu banjir di daerah pesisir.

Ket. Foto: Gavin Newsom — Sumber: AFP/JIM WATSON

Gubernur Gavin Newsom mengatakan negara bagiannya perlu mengambil langkah antisipasi terhadap masalah daripada menunggu masalah itu terjadi.

“Tindakan ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, memberikan alat kepada petugas tanggap darurat untuk menjalankan tugas mereka, dan memberikan kepercayaan kepada keluarga bahwa negara bagian mereka siap,” kata Gubernur Newsom.

“Kami mempersiapkan diri menghadapi El Nino ini lebih awal karena setiap warga California berhak untuk merasa aman di rumah mereka, terhubung dengan komunitas mereka, dan terlindungi ketika cuaca buruk datang,” imbuh dia.

Deklarasi keadaan darurat yang dikeluarkan pada Senin itu bersifat prosedural dan bertujuan untuk mempermudah lembaga negara mengakses sumber daya, serta untuk mempersiapkan perlengkapan penanggulangan banjir seperti karung pasir dan pompa.

Deklarasi tersebut juga mempersiapkan Garda Nasional California untuk mendukung penanggulangan banjir, pencarian dan penyelamatan, rekayasa, dan misi logistik bila diperlukan, kata para pejabat.

Terkuat dalam Sejarah

El Nino adalah fase pemanasan dari siklus alami di Pasifik tropis, yang dikenal sebagai El Nino-Southern Oscillation (ENSO), dan terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali.

Fenomena ini terjadi ketika angin pasat timur-barat melemah, memungkinkan air hangat yang biasanya berkumpul di Samudra Pasifik bagian barat untuk mengalir kembali ke timur dan naik ke permukaan.

Ketika suhu permukaan yang lebih hangat dari rata-rata tersebut berlangsung selama beberapa bulan, hal itu menyebabkan lebih banyak badai dan awan di wilayah tersebut, yang pada gilirannya menyebabkan efek domino di seluruh atmosfer global dimana kondisi yang lebih panas dan kering terjadi di beberapa tempat, dan kondisi lebih dingin dan basah di tempat lain.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dapat meningkatkan dampak El Nino. Atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak uap air, sehingga hujan yang terkait dengan El Nino dapat menjadi lebih ekstrem. Hal ini juga mengeringkan tanah, memperdalam kekeringan di daerah yang terkena dampak El Nino.

El Nino tahun ini memiliki peluang 75 persen untuk menjadi yang terkuat dalam sejarah, menurut Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, dan telah memicu cuaca ekstrem di seluruh dunia meskipun puncaknya diperkirakan baru akan terjadi pada Oktober-Desember.

Fenomena ini telah menyamai intensitas tertinggi yang pernah tercatat berdasarkan metrik yang banyak digunakan, kata seorang ilmuwan senior kepada AFP pada Senin.

Zeke Hausfather, seorang ahli klimatologi di Berkeley Earth dan salah satu penulis laporan perubahan iklim komprehensif untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan bahwa anomali suhu permukaan laut di Pasifik tropis sekarang berada di angka 3,07 Celsius atau sama dengan El Nino 2015-2016.

Garis pantai California saat ini telah dihantam badai yang merusak atau menghancurkan rumah-rumah. Erosi pantai juga memaksa pembatalan festival musik di Santa Monica yang seharusnya menampilkan sejumlah penampil terkemuka AS. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.