Garut Andalkan Festival Layang-Layang untuk Gaet Lebih Banyak Wisatawan

Minggu, 02 Agu 2026, 16:50 WIB

GARUT – Promosi destinasi wisata kini bukan hanya soal mengenalkan tempat yang indah, tetapi juga mengajak orang merasakan pengalaman yang berbeda.

Lewat promosi yang kreatif dan menarik, semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung, sehingga usaha kuliner, penginapan, hingga UMKM lokal ikut merasakan manfaatnya.

Ket. Foto: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melihat layang-layang dalam acara Garut International Kite Festival 2026 di Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jabar, Sabtu (1/8/2026). — Sumber: ANTARA/ Feri Purnama.

Pada akhirnya, pariwisata yang ramai bukan hanya menghidupkan destinasi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan Festival Layang-Layang atau Garut International Kite Festival 2026 yang melibatkan 13 negara merupakan momentum untuk mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Garut, Jawa Barat ke tingkat internasional.

"Yang pasti juga lebih mengenalkan lagi Garut kepada komunitas internasional," kata Bupati usai pembukaan Garut International Kite Festival 2026 di Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Sabtu (1/8).

Ia menuturkan, Kabupaten Garut baru pertama kali menggelar Festival Layang-Layang tingkat internasional yang digelar di kawasan pegunungan sebagai daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kegiatan itu, kata dia, mampu menarik orang dari berbagai daerah tidak hanya pengunjung lokal Garut, tapi juga dari kota besar dan mancanegara datang ke Garut untuk menyaksikan Festival Layang-Layang.

"Persis apa yang kita harapkan dengan berkunjung ke tempat ini (festival) mungkin juga berkunjung ke tempat-tempat yang lain di Garut," katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara yang telah melaksanakan festival tersebut di wilayah Garut, dan ke depan bisa dilaksanakan kembali yang lebih meriah dan melibatkan banyak peserta dari berbagai negara.

Terkait masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan ini, Bupati memakluminya karena baru pertama kali dilaksanakan di Garut dan ke depan menjadi pengalaman untuk lebih baik.

"Itu semua kan butuh waktu kan, yang paling penting lagi menyiapkan budaya kita untuk menerima bisa, dan biasa menerima tamu dari luar negeri," katanya.

Festival Layang-Layang melibatkan dari 13 negara termasuk Indonesia yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Swedia, Prancis, Italia, dan Belgia.

Presiden Majlis Pelayang Malaysia, Datuk A Rahim menyampaikan, ada 10 orang pelayang yang didatangkan dari Malaysia untuk memeriahkan Festival Layang-Layang di Garut.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang baik dari pemerintah maupun masyarakat, juga banyak sponsor untuk mendukung Festival Layang-Layang, dan ke depan akan diselenggarakan kembali di tempat lebih luas.

"Dibantu oleh semua pihak dan akan disusuli dengan festival yang sama di tempat yang lebih luas," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.