Ghana Bisa Jadi Batu Sandungan Inggris

Selasa, 23 Jun 2026, 07:03 WIB

FOXBOROUGH, AMERIKA SERIKAT – Tim nasional Inggris hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan langkah ke babak gugur Piala Dunia 2026. Setelah melewati ujian pertama dengan kemenangan meyakinkan atas Kroasia, skuad Three Lions kini mengalihkan fokus menghadapi Ghana pada laga lanjutan Grup L di Stadion Gillette, Rabu (24/6) dini hari WIB. Namun. Bukan tidak mungkin Ghana bisa menjadi batu sandungan.

Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan Kroasia 4-2 dalam pertandingan pembuka yang penuh drama. Sementara itu, Ghana juga memiliki modal positif setelah mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Panama. Dua tim sama-sama mengincar posisi dua besar grup, tetapi kemenangan bagi Inggris akan memastikan tiket fase berikutnya lebih cepat.

Ket. Foto: Pemain Inggris Harry Kane (kiri) dan Pemain Ghana Antoine Semenyo — Sumber: Richard Pelham dan Thomas Kienzle/berbagai sumber/

Dalam bursa prediksi juara Piala Dunia 2026, Inggris berada di posisi unggulan ketiga di bawah Prancis dan Spanyol. Status tersebut semakin diperkuat setelah tim asuhan Thomas Tuchel menunjukkan permainan agresif saat menghadapi Kroasia, semifinalis Piala Dunia 2018.

Kemenangan 4-2 itu menjadi kemenangan dengan skor serupa yang terakhir kali diraih Inggris di ajang Piala Dunia sejak final 1966 ketika mereka mengalahkan Jerman Barat. Pendekatan menyerang Tuchel memberikan hasil maksimal, terutama berkat kontribusi Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford yang mampu menutupi beberapa kelemahan lini belakang.

Dampak psikologis kemenangan tersebut juga sangat besar. Inggris akhirnya mengakhiri catatan buruk sembilan pertandingan tanpa kemenangan di Piala Dunia melawan tim yang berada di peringkat 15 besar dunia. Mereka juga memutus tren enam kekalahan beruntun menghadapi lawan-lawan elite.

Tidak hanya menang, Inggris tampil dominan dengan menciptakan 20 tembakan di dalam kotak penalti, sebuah rekor baru mereka di Piala Dunia. Saat ini Inggris memimpin Grup L berkat keunggulan selisih gol, dan kemenangan atas Ghana akan memastikan tempat mereka di babak 32 besar.

Tuchel juga berpeluang membawa Inggris meraih kemenangan keempat secara beruntun di seluruh kompetisi. Selain itu, mereka bisa mencetak tiga gol atau lebih dalam tiga pertandingan berturut-turut untuk kedua kalinya sejak pelatih asal Jerman itu menangani tim nasional.

“Kami harus tetap rendah hati. Kemenangan atas Kroasia memang penting, tetapi turnamen ini tidak dimenangkan hanya dengan satu pertandingan. Ghana adalah lawan yang kuat dan kami harus menunjukkan fokus yang sama,” kata Tuchel.

Di sisi lain, Ghana datang dengan keyakinan baru setelah mengalahkan Panama. Meskipun hanya mencetak satu gol, kemenangan itu sangat berarti karena membawa mereka semakin dekat dengan sejarah. Gol Caleb Yirenkyi pada menit akhir menjadi penentu setelah laga berjalan 94 menit tanpa gol.

Pemain berusia 20 tahun tersebut menyelesaikan serangan balik cepat untuk membawa Ghana hanya berjarak tiga poin dari peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.

Kemenangan atas Panama juga menjadi kemenangan pertama Ghana pada laga pembuka Piala Dunia sejak edisi Afrika Selatan 16 tahun lalu. Skenario mereka kini sama dengan Inggris: kemenangan akan memastikan posisi dua besar sebelum pertandingan terakhir menghadapi Kroasia.

Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, menilai keberhasilan timnya bukan hanya soal hasil, tetapi juga mentalitas pemain. “Kami tahu Inggris memiliki kualitas luar biasa, tetapi Ghana juga datang dengan rasa percaya diri. Kami menghormati mereka, namun kami tidak datang hanya untuk bertahan. Kami ingin menunjukkan karakter kami,” ujar Queiroz.

Meski demikian, Ghana masih memiliki pekerjaan rumah. Mereka terakhir kali mencetak lebih dari satu gol dalam pertandingan pada Oktober lalu ketika menghancurkan Komoro 5-0 di kualifikasi. Selain itu, mereka baru pertama kali dalam sejarah menjaga dua laga beruntun tanpa kebobolan di Piala Dunia.

Kondisi Tim

Inggris tidak memiliki pemain yang mengalami cedera serius, tetapi kondisi Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Declan Rice masih menjadi perhatian. Rice mengalami masalah hamstring dan harus ditarik keluar saat melawan Kroasia.

Namun, Rice dan Rashford sudah kembali menjalani latihan penuh. Saka masih berlatih secara terpisah. Tuchel kemungkinan kembali menurunkan Noni Madueke di posisi sayap kanan.

Di lini belakang, Tuchel juga harus menentukan pilihan setelah Ezri Konsa dan John Stones dianggap kurang meyakinkan pada laga pertama. Marc Guehi berpeluang masuk menggantikan Konsa.

Sementara itu, Ghana menghadapi situasi yang sedikit rumit terkait Thomas Partey. Mantan pemain Arsenal itu sempat mengalami kendala perjalanan karena proses hukum di Inggris, tetapi ia tetap diperkirakan tersedia untuk pertandingan melawan Inggris.

Di sektor penjaga gawang, Lawrence Ati Zigi mengalami masalah fisik dan ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Panama.ben/AFP/G-1

Perkiraan Formas

Inggris 4-2-3-1

Pickford

James, Stones, Guehi, O’Reilly

Anderson, Rice

Madueke, Bellingham, Gordon

Kane

Ghana 4-2-3-1

Asare

Senaya, Adjetey, Opoku, Minseh

Yirenkyi, Partey

Fatawu, Sulemana, Semenyo

Ayew

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.